Renungan 8 Desember 2010

Bahaya Lidah
Baca: Yakobus 3:1-12
Ayat Mas: Yakobus 3:5
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 8-10; 3 Yohanes

Dorothy Nevill adalah seorang penulis Inggris yang hidup pada 1826-1913.
Ia dikenal karena kepiawaiannya berbicara dan memengaruhi banyak orang
pada zamannya. Suatu waktu ia pernah ditanyai tentang bagaimana
seseorang dapat disebut memiliki kemampuan berbicara yang baik. Ia
menjawab, "Seni percakapan yang benar bukan hanya mengatakan hal yang
benar pada waktu yang benar, melainkan juga untuk tidak mengatakan hal
yang salah dan tidak boleh dikatakan walau ada kesempatan sekalipun."

Yakobus mengingatkan tentang pengaruh lidah yang luar biasa, bahwa
anggota tubuh yang kecil ini sanggup mencetuskan perkara besar (ayat 5).
Ya, tak jarang hal-hal susah dan senang, sedih dan gembira, tragedi dan
komedi, justru berawal dari apa yang diucapkan lidah. Lalu, apakah itu
berarti lebih baik diam daripada berbicara? Tidak. Yang harus kita
lakukan bukan "tidak memakai" lidah—dalam arti tidak usah bicara,
melainkan "memakai" lidah dengan baik, yakni berbicara untuk sesuatu
yang benar pada saat yang benar. Kalau pun harus berdiam diri, berdiam
diri dengan benar pula. Untuk itu, kita perlu memasang kekang pada lidah
(Yakobus 1:26).

Orang yang dapat mengendalikan lidahnya adalah orang yang hanya akan
berkata-kata kalau ia tahu betul kata-katanya itu benar, berarti,
menghibur, menopang, dan menjadi berkat bagi yang mendengarnya. Dan,
memilih diam kalau ia tahu apa yang akan dikatakannya tidak jelas
kebenarannya, tidak berarti apa-apa, tidak menjadi berkat; malah
menyakiti, menimbulkan gosip, dan permusuhan

TAKLUKKAN LIDAH, BUKAN DENGAN TIDAK MENGGUNAKANNYA

MELAINKAN DENGAN MENGENDALIKANNYA

Penulis: Ayub Yahya

Tidak ada komentar: