Baca: Markus 2:1-12
Ayat Mas: Markus 2:4
Bacaan Alkitab Setahun: Nahum 1-3; Wahyu 14
Kabar buruk itu muncul menjelang malam Natal 1818. Joseph Mohr, seorang
pendeta Austria, diberi tahu bahwa organ di gerejanya rusak dan
perbaikannya memakan waktu lama, sehingga organ itu tidak akan dapat
dipakai untuk mengiringi ibadah malam Natal. Ia kebingungan. Natal tanpa
iringan musik? Ia pun duduk menggubah lagu yang dapat dinyanyikan oleh
paduan suara dengan iringan gitar. Ia menulis tiga bait yang bersahaja,
tetapi dengan melodi yang kuat. Malam itu, jemaat di gereja kecil itu
menyanyikan "Stille Nacht" (Malam Kudus) untuk pertama kalinya. Karena
organ yang rusak, kita mewarisi lagu Natal yang populer sepanjang masa.
Sesungguhnya, masalah tidak akan menghentikan orang yang beriman. Empat
pembawa orang lumpuh itu tidak mau menyerah ketika pintu rumah tempat
Yesus berada tertutup oleh kerumunan orang. Pada zaman itu, rumah-rumah
terbuat dari batu dan mempunyai atap rata dari campuran lumpur dan
jerami. Di luar, ada tangga menuju atap. Keempat orang itu membawa
temannya ke atap, membongkar atap itu secukupnya, dan menurunkan si
lumpuh sampai di depan Yesus. Menyaksikan iman mereka, Yesus memuji
mereka dan menyembuhkan orang lumpuh itu. Iman mereka sukses menembus
kebuntuan!
Apakah ada rencana Anda yang tertunda? Apakah Anda terpaksa mengubah
haluan karena adanya suatu rintangan? Selama tujuan Anda benar, jangan
biarkan hambatan menghentikan langkah Anda. Tuhan mungkin sedang
mengarahkan Anda untuk menempuh jalur lain, jalur alternatif yang
hasilnya akan jauh lebih baik daripada apabila Anda bertahan di jalur
yang semula
HAMBATAN BUKANLAH JALAN BUNTU
MELAINKAN TANTANGAN UNTUK MENGUJI KREATIVITAS
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar