Baca: Amsal 23:4-5
Ayat Mas: Amsal 23:4
Bacaan Alkitab Setahun: Yoel 1-3; Wahyu 5
Seorang rekan, secara bercanda, pernah memberi tahu saya bahwa uang
Indonesia itu sangat alkitabiah—seperti yang dinyatakan Amsal 23:5.
Mengapa? Karena pada setiap pecahan uang Indonesia selalu ada gambar
garuda yang sedang mengembangkan sayap. Maksudnya, secara humor ia
hendak mengatakan bahwa "sayap" pada uang rupiah itu bisa dengan cepat
dan mudah "membawanya terbang" entah ke mana.
Ketika Salomo menuliskan amsal ini, tentu ia tidak sedang berangan-angan
untuk menjadi orang kaya. Sebab, ia sendiri adalah orang yang sudah
sangat kaya, sehingga ia tahu bagaimana rasanya menjadi kaya dan sangat
tahu bahwa kekayaan tidak dapat menjadi andalan hidup karena bisa cepat
datang, bisa juga cepat hilang. Itu sebabnya ia memberi nasihat agar
manusia jangan bersusah payah menjadi kaya.
Bukan berarti kita tidak perlu bekerja dan tidak boleh kaya. Menjadi
kaya itu sah saja, tetapi jangan habiskan hidup hanya untuk mengejar
kekayaan. Apalagi menempuh jalan-jalan yang curang demi menumpuk
kekayaan. Kekayaan bukan hal yang utama dalam hidup dan tidak memiliki
nilai kekal. Ada banyak hal yang lebih penting dan utama di hidup ini;
seperti keluarga dan relasi dengan sesama. Dan yang terutama adalah
keselamatan jiwa kita. Periksalah prioritas dari segala kesibukan dan
aktivitas kita.
Apakah sebagian besar waktu kita adalah untuk mengejar dan mengumpulkan
harta dunia—yang sementara; atau harta surgawi—relasi yang erat dengan
Tuhan, kasih, kepedulian, integritas, dan nilai-nilai utama lainnya?
MENJADI KAYA TIDAK SALAH
ASAL JANGAN SEKALI-KALI BERGANTUNG HIDUP PADA KEKAYAAN
Penulis: Riand Yovindra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar