Baca: Keluaran 16:1-18
Ayat Mas: Ratapan 3:22,23
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 1-3
Memasuki tahun baru, apa yang ada dipikiran Anda? Bersyukur? Atau,
justru gentar menghadapi tantangan zaman yang kian berat? Ancaman global
warming, bencana alam, krisis ekonomi maupun politik, terus-menerus
melanda. Bagaimana kita sebagai anak Tuhan menyikapi
pergumulan-pergumulan pada tahun yang baru ini?
Keluaran 16 bercerita tentang bangsa Israel yang bersungut-sungut karena
kehabisan perbekalan setelah dua bulan berjalan di padang gurun (ayat
2). Mereka menuduh Musa dan Harun membawa mereka ke padang gurun hanya
untuk membunuh mereka dengan kelaparan (ayat 3). Tuhan mendengar keluhan
dan omelan mereka. Sejak itu, Dia mengirimkan manna untuk mereka setiap
pagi—kecuali pada hari Sabat—selama 40 tahun (ayat 35).
Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari pengalaman bangsa Israel ini.
Pertama, ketika masalah datang, janganlah kita bersungut-sungut dan
menyalahkan orang lain. Itu tiada guna, bahkan mendukakan hati Tuhan.
Kedua, krisis yang terjadi di hidup manusia merupakan kesempatan bagi
Tuhan untuk menunjukkan pemeliharaan-Nya. Manna turun setelah perbekalan
orang Israel habis. Tuhan kerap kali mengizinkan krisis mengimpit kita
supaya kita lebih menyadari kasih dan kuasa-Nya. Tuhan melakukan itu
karena secara manusiawi, kita cenderung tidak mau berserah kepada-Nya
sebelum benar-benar terpojok.
Setiap pagi ketika kita bangun tidur dan pikiran akan beban-beban yang
ada di hadapan memasuki otak kita, ingatlah bahwa Tuhan memberikan hari
yang baru untuk sekali lagi Dia menyatakan kasih kepada kita lewat
segala yang Dia izinkan terjadi.
APA PUN MUNGKIN TERJADI DALAM HIDUP KITA
NAMUN TUHAN TIDAK MEMBIARKAN KITA BERJALAN SENDIRIAN
Penulis: Grace Suryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar