Baca: Rut 4:14-17
Ayat Mas: Pengkhotbah 3:11
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 3-5; 2 Korintus 1
''Hidup itu penuh dengan kemalangan,'' demikian kata-kata pahit yang
keluar dari mulut seorang janda bernama Naomi (Rut 1:20,21). Bayangkan
kondisi seorang wanita yang baru saja ditinggal oleh suami dan bahkan
anak-anak laki-lakinya. Sang janda yang malang ini hidup di tengah
kelaparan di perantauan bersama kedua menantunya. Ia menolak dipanggil
Naomi--yang artinya kesenangan, dan meminta dipanggil Mara, yang berarti
pahit. Dan pada masa tuanya, ia hanya punya keinginan sederhana, yaitu
menikmati masa tua yang tenang dengan menimang cucu. Namun, semua itu
menjadi tidak mungkin sebab kedua anak lelakinya mati tanpa meninggalkan
keturunan!
Bukankah kita juga demikian? Hidup kita dipenuhi dengan mimpi dan
harapan. Banyak hal kita cita-citakan. Namun, ketika sesuatu terjadi
dalam hidup ini dan mengandaskan impian kita, maka kita merasa hidup dan
semangat kita pun hancur bersamanya. Dalam kondisi demikian, kita pun
semakin sulit memahami bahwa Tuhan pasti memiliki rancangan yang baik.
Bahwa Dia memiliki "mimpi" bagi hidup kita dan pasti menjadikan segala
sesuatu baik pada waktunya.
Kita tahu, cerita Naomi ini adalah kisah yang berakhir dengan
kebahagiaan. Pada akhirnya Alkitab menulis bahwa Naomi memangku cucunya
dengan gembira pada hari tuanya (4:16). Dan bukan hanya itu, mimpi Allah
bagi dirinya juga terwujud, karena pada akhirnya Naomi mengenal bahwa
Allah memelihara hidupnya (ayat 14). Hari ini, jika kita menilik lagi
mimpi kita yang kandas, lihatlah rancangan besar-Nya; Dia selalu ada dan
memelihara dengan sempurna
MIMPI BESAR KITA MUNGKIN BISA KANDAS
TETAPI KITA HARUS YAKIN PENYERTAAN-NYA TAK PERNAH LEPAS
Penulis: Henry Sujaya Lie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar