Renungan 15 September 2010

SEDAPAT-DAPATNYA
Baca: Roma 12:9-21
Ayat Mas: Roma 12:18
Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 29-31

Ini curhat seorang teman, Saya sedang mengalami konflik dengan seorang
te-man di gereja. Masalahnya cuma sepele, Alkitabnya saya taruh di kotak
tempat me-nyimpan Alkitab-Alkitab yang ketinggalan di gereja. Saya sama
sekali tidak tahu ka-lau itu Alkitabnya. Saya pikir itu Alkitab orang
yang ketinggalan karena tergeletak begitu saja di kursi gereja. Namun,
ia marah ke saya. Dibilangnya saya mau ngerja-in, mau membuatnya susah.
Ia menuduh saya membencinya. Saya sudah minta ma-af, sudah menjelaskan
duduk masalahnya pula, tetapi ia tetap tidak mau terima. La-lu, saya
harus bagaimana lagi? Dalam berelasi dengan orang laindi kantor, kampus,
atau gerejamungkin kita juga pernah mengalami hal serupa; bertemu dengan
orang yang sulit. Apa pun yang kita lakukan disalahartikan. Selalu
berprasangka buruk terhadap kita. Kadang jadi konflik batin juga. Di
satu sisi kita harus mengasihi dan hidup damai dengan orang lain. Namun
pada kenyataannya, ada orang yang menganggap kita seperti kucing melihat
anjing; membenci, sikapnya sinis, bahkan kasar. Sangat menjengkelkan.
Lalu bagaimana? Sebagaimana bertepuk tangan harus dengan dua tangan,
begitu juga hidup damai dengan orang lain. Kita tidak bisa memaksa orang
lain untuk bersikap sama dengan kita. Itulah sebabnya Rasul Paulus
mengatakan, Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu (ayat 18).
Jadi, betul, kita harus selalu berusaha hidup damai dengan orang lain,
tetapi kalau ternyata orang lain me-nolaknya, itu di luar kemampuan
kita. Janganlah kita terus menyalahkan diri sendiri. Yang penting kita
tidak membencinya
BAGIAN KITA ADALAH MENGASIHI. TETAPI APAKAH ORANG LAIN MENERIMA ATAU
TIDAK, ITU DI LUAR WEWENANG KITA

Penulis: Ayub Yahya

Tidak ada komentar: