Baca: Kisah Para Rasul 15:35-41
Ayat Mas: Kisah Para Rasul 15:38
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 10-12; 2 Korintus 4
Michael Jordan, bintang NBA yang pernah paling populer berkata, "Saya
bisa menerima kegagalan karena setiap orang bisa gagal menyelesaikan
pekerjaan. Namun, saya tidak bisa menerima mereka yang tidak mau
mencoba." Sekali gagal, tidak berarti Anda telah mati. Akan tetapi, Anda
dianggap mati jika telah putus asa. Tak seorang pun mau menerima dan
mengharapkan kegagalan terjadi dalam hidupnya. Walau demikian, pada
akhirnya kita akan mengalami kegagalan. Sebagian orang menjadi putus asa
dan menyerah kalah, sementara sebagian orang lagi bersikap tegar dan
melihat kegagalan sebagai proses yang mesti terjadi di hidupnya.
Takut mengalami kegagalan hanya akan membuat jiwa kita kerdil dan tak
pernah mengalami terobosan-terobosan baru yang dikerjakan Allah dalam
hidup kita. Dalam Alkitab, kita menjumpai seorang muda bernama Markus.
Ia mengalami kegagalan saat membantu pelayanan Paulus dan Barnabas.
Namun, sekalipun ia gagal dan menyebabkan retaknya hubungan Paulus dan
Barnabas (ayat 39), ia tak mau berlarut-larut dalam kegagalan itu.
Sebaliknya, ia mencoba bangkit dan melihat kegagalan sebagai proses
pendewasaan. Itu sebabnya, Markus yang pernah gagal itu dipakai Tuhan
untuk menulis salah satu kitab Injil.
Sebagai orang percaya, kita harus melihat kegagalan dengan kacamata
positif. Sehingga, kita menjadi optimis dan berani mengadakan perubahan
demi kemajuan diri. Mencoba lalu mengalami kegagalan jauh lebih baik
daripada seolah-olah tidak pernah gagal karena tidak berani mengambil
risiko untuk mencoba. Apakah Anda sedang mengalami kegagalan? Bangkit
dan jangan menyerah!
ORANG YANG OPTIMIS SELALU BISA MELIHAT KESEMPATAN BELAJAR
BAHKAN DARI KESALAHAN DAN KEGAGALAN
Penulis: Petrus Kwik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar