Ayat Mas: Roma 1:17
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 70-71; Roma 8:22-39
Hidup oleh iman". Kita kerap mendengar slogan ini, bahkan mungkin
terlalu sering. Apa sebenarnya artinya? Acap kali orang menjawab,
"artinya kalau saya beriman, saya akan hidup." Apa artinya hidup?
"Ya, saya masuk surga kalau saya mati nanti. Pokoknya saya percaya
Yesus itu Tuhan, masuk surga, selesai sudah."
Itu benar—kita diselamatkan karena kasih karunia oleh iman. Namun,
tentu tidak selesai di situ. Apabila keselamatan semata urusan
masuk surga, kenapa kita masih hidup sekarang, tidak mati saja,
supaya langsung masuk surga? Atau mungkin ada yang mengatakan,
beriman itu pokoknya percaya Yesus itu Tuhan, titik. Bagaimana saya
hidup, itu urusan lain. Kalau begitu, iman jenis ini cuma soal
menghafal dalam pikiran seperti menghadapi ujian di sekolah.
Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma meminta supaya kita hidup
oleh iman. Kata asli yang digunakan untuk "hidup" (ayat 17) di sini
sebetulnya berbicara tentang suatu kekuatan, daya yang terus
berkelanjutan. Dengan kata lain, Paulus hendak menekankan bahwa iman
ada dalam kehidupan kita sehari-hari di mana pun dan kapan pun; saat
kita makan, saat kita minum, saat kita bekerja, saat kita mengambil
keputusan, saat kita hendak berbelanja, saat kita hendak marah—iman
memberikan "hidup" dalam hidup kita.
Contoh sederhana; soal tidur. Tanpa iman, banyak orang tidur dalam
kekhawatiran, kegelisahan. Banyak orang tidur dengan hati tidak tenang,
entah memikirkan pekerjaan, keuangan, dan lain-lain. Namun, iman yang
membuat kita hidup adalah iman yang menjadikan kita dapat berkata
seperti Daud, "Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab
Tuhan menopang aku (Mazmur 3:6)
IMAN MEMBUAT HIDUP KITA JADI LEBIH HIDUP
SEHINGGA KITA DAPAT MERASAKAN KASIH TUHAN ITU CUKUP
Penulis: Henry Sujaya Lie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar