Renungan 26 Agustus 2010

Kisah Sup Batu
Baca: Mazmur 133
Ayat Mas: Mazmur 133:1
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8

Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di se­buah
kota. Warga kota itu tak pernah ber­gem­bira, sebab mereka hidup dengan
sa­ngat mementingkan diri sendiri. Mereka me­nger­jakan segala sesuatu
sendiri dan un­tuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka su­ka mencurigai
semua orang. Termasuk kepa­da tiga pengembara kela­paran yang duduk di
tengah alun-alun kota mereka.

Tiga pengembara itu mem­buat api la­lu merebus sebuah batu. "Apa yang
kau­buat?" tanya seorang anak yang lewat. "Kami membuat sup batu yang
sangat enak," kata si pengembara, "tetapi akan ja­uh lebih enak jika
ditambah se­siung kecil bawang," lanjutnya. Anak itu pun berlari dan
mengambilkan bawang. Orang-orang kota itu mulai penasaran. Mereka
mengintip dan menengok satu per satu. "Sup ini akan jauh lebih enak jika
ditambah wortel dan tomat. Seiris kecil daging juga membuat rasanya jauh
lebih baik." Didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, mereka membawakan
satu per satu bahan yang disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup
yang enak (tentu setelah ba­tunya dibuang) dan penduduk kota ikut
menik­matinya. Untuk pertama kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa
curiga dan mengalami indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan.

Pemazmur menyebutkan betapa baiknya apabila kita hidup ber­sa­­ma dengan
rukun. Tidak cuma berarti tinggal bersama-sama, teta­pi saling menerima
dan saling berbagi dalam kasih. Hidup rukun tan­pa prasangka, yang
menghalangi interaksi dengan sesama. Hi­dup harmonis ini bukan saja
menda­tang­kan kebahagiaan bagi kita, melainkan juga bagi Allah.
Seperti kata pemazmur, "… sebab ke sa­na­lah Tuhan memerintahkan berkat
..."

ORANG YANG SELALU MENARUH CURIGA

MEMBATASI DIRINYA UNTUK BAHAGIA

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy

Tidak ada komentar: