Baca: Mazmur 133
Ayat Mas: Mazmur 133:1
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 119:89-176; 1 Korintus 8
Alkisah ada tiga pengembara, yang dalam perjalanannya singgah di sebuah
kota. Warga kota itu tak pernah bergembira, sebab mereka hidup dengan
sangat mementingkan diri sendiri. Mereka mengerjakan segala sesuatu
sendiri dan untuk dirinya sendiri. Selain itu, mereka suka mencurigai
semua orang. Termasuk kepada tiga pengembara kelaparan yang duduk di
tengah alun-alun kota mereka.
Tiga pengembara itu membuat api lalu merebus sebuah batu. "Apa yang
kaubuat?" tanya seorang anak yang lewat. "Kami membuat sup batu yang
sangat enak," kata si pengembara, "tetapi akan jauh lebih enak jika
ditambah sesiung kecil bawang," lanjutnya. Anak itu pun berlari dan
mengambilkan bawang. Orang-orang kota itu mulai penasaran. Mereka
mengintip dan menengok satu per satu. "Sup ini akan jauh lebih enak jika
ditambah wortel dan tomat. Seiris kecil daging juga membuat rasanya jauh
lebih baik." Didorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, mereka membawakan
satu per satu bahan yang disebut para pengembara. Alhasil, jadilah sup
yang enak (tentu setelah batunya dibuang) dan penduduk kota ikut
menikmatinya. Untuk pertama kalinya penduduk kota itu meniadakan rasa
curiga dan mengalami indahnya hidup berbagi dalam kebersamaan.
Pemazmur menyebutkan betapa baiknya apabila kita hidup bersama dengan
rukun. Tidak cuma berarti tinggal bersama-sama, tetapi saling menerima
dan saling berbagi dalam kasih. Hidup rukun tanpa prasangka, yang
menghalangi interaksi dengan sesama. Hidup harmonis ini bukan saja
mendatangkan kebahagiaan bagi kita, melainkan juga bagi Allah.
Seperti kata pemazmur, "… sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat
..."
ORANG YANG SELALU MENARUH CURIGA
MEMBATASI DIRINYA UNTUK BAHAGIA
Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar