Baca: Yesaya 50:4-9
Ayat Mas: Yesaya 50:4
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 23-25; Kisah Para Rasul 21:18-40
Cheerleader atau pemandu sorak adalah sebutan bagi beberapa orang yang
bertugas untuk bersorak, menari, bahkan melakukan gerakan akrobatik di
pinggir lapangan dalam pertandingan olahraga seperti bola basket, voli,
dan sebagainya. Tujuan mereka adalah memandu setiap penonton agar
bersorak memberi semangat kepada tim yang didukung. Biasanya anggota
pemandu sorak adalah sekelompok wanita yang dilatih menari dengan baik.
Nabi Yesaya menyatakan bahwa dirinya juga seperti seorang cheerleader.
Bukan untuk menyemangati tim olahraga, melainkan jiwa-jiwa yang lesu.
Yesaya menyatakan bahwa lidah seorang murid Tuhan seharusnya
mengeluarkan kata-kata semangat, bukan cemooh. Kata-kata yang
membangkitkan semangat jiwa-jiwa yang lesu. Apa yang dikatakan Yesaya
ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah pengalaman yang ia jalani
sendiri tatkala Tuhan menolongnya di tengah kesulitan. Jadi, inti pesan
yang disampaikan Yesaya adalah; jika sang Guru—yaitu Allah
sendiri—adalah seorang pemberi semangat, demikian juga seharusnya
seorang murid Tuhan.
Entah berapa banyak kata-kata yang kita dengar setiap hari, di tengah
berbagai aktivitas kita. Dari sekian banyak kata yang kita dengar,
barangkali ada kata-kata buruk yang kita terima; cemoohan, ejekan, atau
kata-kata yang meruntuhkan semangat. Di tengah dunia yang seperti ini,
alangkah sejuknya apabila yang kita dengar adalah suara-suara yang
memberi semangat. Tugas siapakah itu? Firman Tuhan dengan jelas
menyatakan bahwa hal itu adalah tugas dari murid Tuhan.
PIKIRKAN DAN SAMPAIKAN
HANYA KATA-KATA YANG PENUH MAKNA BAGI SESAMA
Penulis: Riand Yovindra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar