Baca: Yesaya 26:1-6
Ayat Mas: Yesaya 26:3
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 20-22; Kisah Para Rasul 21:1-17
Neuroteologi, studi tentang peranan otak dalam kehidupan beragama,
memaparkan apa yang terjadi dalam otak seseorang ketika ia memikirkan
Allah atau hakikat kehidupan. Andrew Newberg, dalam buku How God Changes
Your Brain (2009), memaparkan bagaimana aktivitas rohaniah dapat
meningkatkan daya otak manusia. Aktivitas itu mengubah sel otak,
menguatkan bagian yang menunjang konsentrasi dan menggugah belas
kasihan, serta menenangkan bagian yang berkaitan dengan ketakutan dan
kemarahan.
Aktivitas rohaniah, atau Paulus menyebutnya sebagai "latihan rohani" (1
Timotius 4:8, BIS), memang banyak faedahnya. Yesaya mengungkapkan salah
satu manfaat pokoknya. Kata "percaya" dalam nas hari ini bisa juga
diterjemahkan menjadi "pikirannya tertuju pada". Mengarahkan hati dan
pikiran kepada Tuhan dapat dikembangkan melalui latihan-latihan rohani,
seperti berdoa dan merenungkan firman Tuhan. Maka, Tuhan berjanji
mengaruniakan ketenangan dan kedamaian bagi orang yang menjalankannya.
Kita tak dapat mengontrol sepenuhnya keadaan lingkungan di sekitar kita.
Masalah dan konflik—mulai dari yang sepele sampai yang benar-benar
parah—dapat muncul silih berganti. Namun di tengah semua itu, kita dapat
tetap memiliki ketenangan batin saat mengarahkan pikiran kepada Tuhan.
Renungkan kembali firman-Nya yang kita baca dalam saat teduh hari ini,
misalnya. Firman Tuhan mungkin tidak mencantumkan secara detail, apa
langkah konkret yang mesti kita ambil. Namun, kekuatan dan damai
sejahtera akan kita rasakan jika kita secara sengaja mengarahkan pikiran
pada Tuhan dengan "mendekat" kepada Allah lewat firman-Nya.
KEDAMAIAN SEJATI BUKANLAH KEADAAN TANPA KONFLIK
MELAINKAN MUNCUL DARI HADIRAT ALLAH DALAM BATIN KITA
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar