Baca: 1 Samuel 3:1-10
Ayat Mas: 1 Samuel 3:10
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 57-59; Roma 4
Dengan telepon genggam, kini seseorang bisa dihubungi kapan pun dan di
mana pun. Ironisnya, alat komunikasi ini juga bisa menciptakan
kesalahpahaman. Seorang istri jengkel ketika gagal menghubungi
suaminya yang berada di luar kota. Sang suami membawa dua telepon
genggam, tetapi ketika dua-duanya dihubungi, tidak diangkat. Spontan
si istri mengira suaminya selingkuh. Padahal tidak demikian. Ketika
rapat siang harinya, telepon genggam sang suami dipasang pada posisi
silent. Ia lupa mengembalikannya ke posisi normal, sehingga tidak
bisa mendengar bunyi telepon masuk!
Allah selalu ingin menghubungi kita, tetapi terkadang hati kita berada
pada posisi "silent". Tidak merespons ketika mendengar suara-Nya.
Itulah yang dialami Eli. Karena membiarkan dosa anak-anaknya, ia
kehilangan daya dengar rohaninya. Akibatnya, "pada masa itu firman
Tuhan jarang" (ayat 1). Lalu Tuhan beralih menghubungi seorang muda
yang hatinya bersih. Namanya Samuel. Tiga kali Tuhan memanggil namanya.
Mula-mula tidak terjadi komunikasi karena Samuel diam saja. Tuhan baru
berbicara setelah Samuel memberi respons, "Berbicaralah, sebab hamba-Mu
ini mendengar" (ayat 10). Jadi, untuk berkomunikasi dengan Tuhan, kita
perlu peka. Menyatakan diri sedia untuk mendengar-Nya.
Tuhan selalu ingin berbicara kepada Anda lewat firman-Nya, termasuk saat
Anda berwaktu teduh. Ada pesan yang Tuhan ingin sampaikan. Namun,
dapatkah Anda dihubungi? Ketika Tuhan menegur, apakah Anda peka dan
segera merespons? Ataukah hati Anda sudah menjadi tuli karena dosa?
Atau, terlalu sibuk, sehingga selalu berkata "nanti saja"?
APABILA ANDA SUDAH LAMA MERASA TUHAN TIDAK BERBICARA
PASTIKAN HATI ANDA TIDAK BERADA DALAM POSISI "SILENT"
Penulis: Juswantori Ichwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar