Baca: Kejadian 3:1-6
Ayat Mas: Roma 6:12
Bacaan Alkitab Setahun: Ester 9,10; Kisah Para Rasul 7:1-21
Kok bisa sih dia jatuh dalam dosa? Heran. Seharusnya kan dia bisa
menahan diri terhadap godaan dosa itu. Apalagi dia orang kristiani yang
rajin ke gereja, aktif pula dalam kegiatan-kegiatannya." Kata-kata
tersebut terkadang kita dengar atau kita lontarkan tatkala mendapati
seorang kristiani jatuh dalam dosa. Padahal jawaban pertanyaan tersebut
sebenarnya sederhana, yaitu karena dosa itu rasanya uenak tenan (enak
sekali). Tidak ada dosa yang tidak enak; semuanya enak. Yang tidak enak
adalah akibatnya.
Kita harus selalu ingat bahwa dosa selalu menggoda kita lewat wujud
sesuatu yang tampak enak, indah, manis, lezat, mak nyus—sehingga kita
bisa tak tahan untuk mencobanya. Hawa digoda Iblis bukan hanya karena
buah itu menarik warnanya, tetapi juga karena Iblis berkata bahwa buah
itu dapat memberinya pengertian. Ini sangat menggiurkan bagi Hawa.
Itulah sebabnya Hawa mengulurkan tangan dan sungguh-sungguh memakan buah
terlarang tersebut. Inilah prinsip dosa; ia tidak akan hadir sebagai
sesuatu yang mengerikan atau menjijikkan, sehingga kita mudah
menghindarinya. Sebaliknya, ia akan menampakkan diri dalam bentuk yang
menarik dan menggoda.
Mari perhatikan kondisi dunia saat ini. Apa saja yang ditawarkan oleh
dosa dalam hal pornografi, perselingkuhan, narkoba, atau judi? Semuanya
adalah hal-hal yang tampak nikmat dan menggiurkan, bukan? Itulah
sebabnya Allah memperingatkan kita untuk selalu berhati-hati dan
berjaga-jaga (Amsal 7:21, 1 Petrus 5:8). Yakni dengan selalu waspada dan
sadar betapa pahit akibat dosa yang kita lakukan.
MANISNYA DOSA DAPAT KITA HINDARI
JIKA KITA MAMPU MELIHAT PAHITNYA AKIBAT DOSA
Penulis: Riand Yovindra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar