Baca: Imamat 19:9,10
Ayat Mas: Imamat 19:9
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 7-9; Yohanes 6:22-24
Banyak orang di sekitar kita adalah orang miskin. Data pemerintah
mencatat, jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 50 juta orang. Meski
demikian, Bank Dunia memperkirakan, setengah penduduk Indonesia ada di
bawah garis kemiskinan. Selain itu semakin banyak pula fakta tentang
betapa sulitnya orang sengaja memberi pada orang miskin.
Sejak dulu, sebagaimana Alkitab mencatat, bahkan sampai sekarang,
kemiskinan seolah-olah selalu ada di sepanjang sejarah umat manusia.
Dalam kondisi demikian, Tuhan mengajar umat Israel untuk dengan sengaja
menyisihkan pemberian bagi mereka yang miskin. Caranya, setiap kali
panen, mereka tak boleh membiarkan ladang mereka dipanen habis hingga
tak ada yang tertinggal. Dia memerintahkan supaya ada sisa, yang bisa
dipungut orang miskin atau orang asing (ayat 10).
Memberi dengan sengaja, yang ditujukan untuk membantu orang miskin,
sangat penting diperhatikan oleh anak Tuhan. Banyak orang semakin miskin
bukan karena tidak melakukan apa-apa, melainkan karena semakin banyak
orang tidak peduli pada hidup mereka. Kita harus peduli pada sesama yang
berkekurangan, karena Tuhan mengajarkan bahwa kita hidup tidak hanya
untuk kita sendiri, tetapi juga untuk memikirkan kebutuhan orang lain.
Prinsip memberi seperti orang Israel bisa dilakukan siapa saja. Petani
bisa menyisihkan sekaleng kecil hasil panen. Pedagang bisa mengambil
sebagian dari keuntungan hariannya. Mahasiswa bisa menyisihkan sebagian
uang saku hariannya. Jika setiap orang melakukannya, alangkah besar
hasilnya, yang bisa diberikan kepada orang-orang miskin di sekitar kita.
Mari melakukannya
TUHAN TAK MEMINTA KITA SELALU MEMBERI BESAR
TUHAN INGIN KITA MEMILIKI HATI BESAR UNTUK MEMBERI
Penulis: Fotarisman Zaluchu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar