Renungan 14 Mei 2010

Posisi Terakhir
Baca: Lukas 24:50-53
Ayat Mas: Matius 28:19,20
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 22-23; Yohanes 4:31-54

Ketika orang berpisah, posisi terakhir menjadi sangat bermakna. Baik
posisi lokasi maupun sikap tubuh. Seperti kata lagu kenangan tahun
1970-an, Berpisah di Teras St. Carolus. Ada perpisahan di bandara
diiringi pelukan dan isak-tangis. Ada perpisahan di restoran diwarnai
pesta dan gelak tawa. Ada perpisahan di gedung pertemuan dipenuhi
cinderamata dan kata-kata perpisahan. Ada perpisahan di rumah sakit
dalam suasana ikhlas dan doa penyerahan. Posisi terakhir menjadi bekal
selanjutnya bagi pihak-pihak yang berpisah. Itulah maknanya.

Bagaimana posisi terakhir Yesus saat berpisah dengan murid-murid sebelum
naik ke surga? Lokasinya di luar kota Yerusalem, dekat Betania. Diduga
kuat, di Bukit Zaitun. Bagi Yesus dan para murid, bukit adalah tempat
pengajaran dan pewahyuan. Perpisahan di bukit menjadi tanda pengutusan
bagi mereka untuk mengajar tentang Yesus. Sikap tubuh Yesus di posisi
terakhir adalah "mengangkat tangan dan memberkati mereka". Dalam
penugasan itu, mereka diberkati! Tangan Yesus yang memberkati, menjadi
bekal mereka. Sebuah jaminan penyertaan kekal!

"Tangan Yesus yang sedang memberkati" itu berlaku bagi kita juga. Sampai
Dia datang kembali di awan-awan (Kisah Para Rasul 1:11). Jika dalam
hidup kita yang terasa adalah "tangan-tangan" yang menekan, yang
teracung menuding, yang meninju dari belakang, yang menampar dengan
hinaan, yang membelenggu dan melempar sampah kepedihan; ingatlah, itu
bukan untuk seterusnya! Sebaliknya, "tangan" yang menyertai kita sampai
kesudahan adalah "tangan Yesus" yang memberkati. Hitung berkat Anda.
Jadikan itu bekal keyakinan dan kekuatan dalam menjalani hidup ini.

SAAT KAULIHAT TANGAN-TANGAN MENINDIH BERAT

PANDANGLAH "TANGAN YESUS" YANG SEDANG MEMBERI BERKAT

Penulis: Pipi Agus Dhali

Tidak ada komentar: