Baca: 1 Samuel 30:1-19
Ayat Mas: 1 Samuel 30:6
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 13-14; Yohanes 2
Seorang ibu muda bercerita, "Anak kami lahir autis, suami tidak bisa
menerima. Ia menyalahkan saya. Katanya, saya tidak bisa menjaga diri
selama masa kehamilan. Sejak itu sikapnya berubah jadi kasar;
kata-katanya pedas dan menyakitkan, bahkan tidak jarang main pukul. Tiap
hari saya harus menerima kekasarannya. Lebih-lebih ketika usahanya
bangkrut. Ia menganggap saya ini biang kesialan hidupnya. Saya
benar-benar habis akal. Mengurus anak yang autis, menghadapai suami yang
'gila', belum lagi harus mencari nafkah. Kalau bukan karena iman kepada
Tuhan, mungkin saya sudah nekat ambil jalan pintas."
Ya, iman kepada Tuhan adalah jangkar yang kokoh dalam kita menjalani
roda kehidupan. Terlebih di tengah kesusahan dan musibah yang terjadi.
Daud merasakan betul kebenaran ini. Ketika ia dan tentaranya kembali
dari perjalanan ke beberapa daerah, mereka mendapati rumah dan harta
benda mereka habis dibumihanguskan orang-orang Amalek. Keluarga mereka
dijadikan tawanan. Mereka begitu pedih dengan kenyataan itu (ayat 4).
Dari pedih, rakyat banyak itu berubah menjadi marah kepada Daud. Hampir
saja terjadi pertumpahan darah di antara mereka sendiri. Daud lalu
menguatkan kepercayaan mereka kepada Tuhan (ayat 6), sehingga keadaan
dapat dikendalikan.
Saat ini mungkin kita tengah mengalami pencobaan; rupa-rupa tekanan
hidup dan persoalan seolah tidak kunjung berhenti, berbagai kesulitan
menghantam. Dalam situasi demikian, yang terbaik adalah memperteguh iman
kita kepada Tuhan. Kuatkan kepercayaan kita kepada-Nya. Ingat kasih-Nya.
Berharap kepada-Nya. Dengan begitu kita akan dijaga dari tindakan yang
salah.
IMAN SEUMPAMA TIANG YANG KOKOH
BAGI SEBUAH RUMAH
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar