Baca: Yesaya 32:1-8
Ayat Mas: Yesaya 32:6-8
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 10-12; Lukas 9:37-62
Cinderella bersepatu kaca? Ya, begitulah dongeng yang kita baca dan
dengar berulang kali. Padahal sebenarnya Cinderella bersepatu kaca
adalah contoh sebuah kesalahan yang lestari. Pada 1697, Charles Perrault
menulis kisah Cinderella dalam bahasa Prancis. Ia menggunakan frasa
pantoufle en vair untuk sepatu Cinderella. Dalam penerjemahan ke dalam
Bahasa Inggris, kata vair (bulu tupai) salah dibaca sebagai verre yang
berarti kaca. Akibat kesalahan tak sengaja ini akhirnya jadilah
Cinderella bersepatu kaca (Sumber: Ensiklopedia Kelirumologi, Jaya Suprana).
Ada kesalahan yang terjadi secara tidak sengaja, tetapi ada orang yang
memang berencana untuk melakukan hal yang salah. Yesaya menuturkan bahwa
salah satu ciri orang bebal adalah hatinya merencanakan yang jahat, dan
bibirnya mengucapkan kata-kata yang menyesatkan (ayat 6). Orang bebal
merancangkan perbuatan-perbuatan keji terhadap orang lain. Orang bebal
bukan berarti bodoh. Bebal berarti tahu yang benar, tetapi merencanakan
dan melakukan yang sebaliknya. Bertolak belakang dengan tindakan orang
bebal, orang berbudi luhur merencanakan hal yang baik bagi orang lain
(ayat 8). Kualitas manusia terlihat dari apa yang direncanakan dalam
hati dan pikirannya. Khususnya apa yang direncanakannya bagi hidup orang
lain.
Hari ini, apa yang kita rencanakan dalam hati dan pikiran? Rencana untuk
memfitnah atau melakukan kejahatan terhadap orang lain menunjukkan
kebebalan kita, sebab kita sudah tahu apa yang benar. Sebaliknya,
keluhuran hati dan pikiran kita terlihat dari rencana untuk melakukan
hal yang baik kepada orang lain, bahkan yang membenci kita sekalipun.
Kualitas hidup manusia terlihat dari rencana-rencananya
Penulis: Wahyu Pramudya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar