Renungan 6 April 2010

Peniup Peluit
Baca: Yeremia 21:11-22:9
Ayat Mas: Yesaya 6:8
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 4-6; Lukas 9:1-17

Seorang whistle blower (peniup peluit) adalah seseorang yang berani
membongkar ketidakbenaran yang sedang berkembang di suatu organisasi.
Orang ini biasanya adalah orang dalam, bagian dari organisasi itu. Pada
konferensi tentang isu iklim global di Kopenhagen, Denmark, bulan
Desember 2009 lalu, sempat muncul seorang yang demikian. Ia membocorkan
isi proposal sebuah surat keputusan yang kabarnya akan dilegalkan di
sana. Isinya kontroversial. Cenderung menguntungkan negara-negara maju
dan merugikan negara-negara berkembang atau miskin. Sontak, berbagai
pihak mengecam proposal tersebut.

Fungsi sebagai "peniup peluit" ini mirip dengan peran para nabi di
Alkitab. Yeremia adalah salah satunya. Ia hidup ketika bangsa Yehuda,
secara khusus para pemimpinnya, hidup dalam dosa. Mereka tidak taat pada
perintah Tuhan. Menindas keadilan dan kebenaran, membiarkan pemeras
merajalela, memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras,
serta menganiaya orang-orang yang tak bersalah. Yeremia menyuarakan
protesnya atas tindakan mereka. Menjadi penyambung lidah Allah bagi
mereka. Ia tahu ini membahayakan hidupnya. Namun, ia memberi dirinya
untuk menjadi alat Allah.

Kita pun dipanggil Tuhan untuk melanjutkan peran kenabian ini. Ketika
berkembang sesuatu yang tidak benar di keluarga, gereja, kantor,
organisasi, atau masyarakat kita, Tuhan memanggil kita untuk menyuarakan
kebenaran. Untuk membongkar ketidakbenaran yang sedang berkembang,
bahkan kalau bisa untuk memperbaikinya. Tidak mudah, bahkan kerap
membuat kita terancam. Kalau bukan kita, umat-Nya, siapa lagi yang bisa
Dia utus?

Tuhan, ini aku, utuslah aku

untuk menjadi nabi-Mu di lingkungan kami masing-masing

Penulis: Alison Subiantoro

Tidak ada komentar: