Baca: Yohanes 12:1-8
Ayat Mas: 1 Korintus 11:24,25
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 7-8; Lukas 5:1-16
Petenis Amerika di era tahun 80-an, Jimmy Connors, adalah seorang jago
tenis yang tak suka melewatkan kesempatan untuk melakukan yang terbaik
di lapangan. Di segala kesempatan, ia selalu mengayunkan pukulan
terbaiknya. Bahkan, jika posisi lawan sudah terkecoh dan bola tinggal
dipukul ringan melampaui jala, ia tetap mengayun sekuat tenaga
memberikan pukulan telak, smash terbaiknya. Mungkin bagi yang lain itu
dianggap tidak perlu. Akan tetapi, ia memang selalu ingin memberikan
pukulan terbaiknya.
Maria dari Betania melakukan hal serupa bagi Tuhan. Akibat pergaulannya
yang karib dengan Yesus, ia sangat tahu bahwa tidak banyak waktu lagi
untuk ada bersama Tuhan. Saat kematian-Nya sudah semakin dekat. Maka,
kesempatan yang masih ada tidak boleh disia-siakan. Ia pun melakukan hal
terbaik yang bisa dilakukannya. Yakni meminyaki kaki Yesus dengan
"minyak narwastu murni yang mahal harganya" dan "menyekanya dengan
rambutnya". Yudas menganggap itu adalah pemborosan dan tidak perlu,
bahkan berlebihan. Namun, tekad Maria sudah bulat. Selagi ada
kesempatan, kasih kepada Tuhan harus dinyatakan. Bahkan, dinyatakan
dengan cara dan kualitas yang terbaik.
Kasih sejati memang melampaui standar rata-rata. Selalu siap memberikan
yang terbaik dari diri kita. Unik, istimewa, hangat, dan dikenang
selamanya. Seperti tindakan Maria dari Betania. Senantiasa dikenang di
masa Pra-Paskah. Sudahkah Anda dan saya memberikan yang terbaik sebagai
bukti kasih kita: kepada orangtua, kekasih, suami, istri, anak-anak,
sahabat ... dan Tuhan? Belum terlambat untuk memulainya.
Apabila dari yang ada pada-Nya sudah tuhan berikan semua
apakah yang patut kita tahan bagi-Nya?
Penulis: Pipi Agus Dhali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar