Baca: Roma 12:1-20
Ayat Mas: Roma 12:2
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 19-21; Lukas 2:25-52
Pada tahun 1950-an, Solomon Asch, seorang psikolog Amerika melakukan
percobaan mengenai tekanan lingkungan. Sekelompok orang dikumpulkan
dalam satu ruangan. Satu orang dari mereka merupakan sang objek
penelitian. Dan tanpa diketahui sang objek, sesungguhnya semua anggota
lain dari kelompok tersebut adalah anggota tim Asch sendiri.
Di ruangan itu mereka diminta berpendapat secara bergantian, tentang
beberapa ruas garis yang tidak sama panjang. Urutannya diatur sedemikian
rupa, sehingga sang objek penelitian menjawab paling akhir. Maka, Asch
menemukan bahwa jika semua orang berkata bahwa garis-garis itu sama
panjang, walau jawaban itu salah, si objek penelitian cenderung ikut
menjawab demikian. Namun, jika setidaknya satu orang menjawab benar, si
objek penelitian jadi berani menjawab dengan benar.
Percobaan ini menunjukkan betapa tidak kuatnya seseorang kalau harus
melawan arus sendirian. Meskipun ketika ia tahu bahwa mengikuti arus
berarti ikut salah, tetapi ketika ada orang lain yang menemaninya, ia
akan menjadi jauh lebih berani. Hasil ini membuat kita lebih mengerti
mengapa perintah Tuhan untuk kita tidak menjadi serupa dengan dunia
disampaikan dalam konteks komunitas. Kata "kamu" di Roma 12:2 merujuk
kepada komunitas orang percaya, bukan individual. Kita tidak disuruh
berjuang sendirian.
Karena itu, penting bagi kita untuk mempunyai dan terus hidup dalam
persekutuan—terutama persekutuan yang memiliki relasi dalam, di mana
kita bisa berbagi beban dan berjuang bersama sebagai anak Tuhan. Dan
bergandengan tangan, kita dapat melawan arus dunia.
KETIKA ANAK TUHAN ADA BERSAMA-SAMA DAN SEPAKAT
MAKA KITA DAPAT MENJADI BERBEDA DENGAN DUNIA INI
Penulis: Alison Subiantoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar