Renungan 20 Maret 2010

Dimulai dari Diri Sendiri
Baca: Kejadian 27: 30-36
Ayat Mas: Matius 7:12
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 4-6; Lukas 1:1-20

Penipu dan pengecut. Awalnya, Yakub jelas bukan tokoh Alkitab favorit
saya. Akan tetapi, ternyata ia mengajarkan saya sebuah filosofi hidup
yang penting: setiap perbuatan memiliki konsekuensi yang akan kembali
pada kita; entah perbuatan baik, atau pun perbuatan buruk. Dalam kalimat
yang lain, seperti yang dikatakan Paulus, "Apa yang ditabur, itu juga
yang dituai."

Pengalaman hidup Yakub menunjukkan "hukum" tersebut. Pada masa muda,
Yakub menipu ayahnya, Ishak, dan kakaknya, Esau. Ternyata kemudian,
ketika ia melarikan diri dari rumahnya, ia ditipu pamannya, Laban
(Kejadian 29:1-30). Dan bahkan di saat usianya telah beranjak tua, ia
ditipu pula oleh anak-anaknya (Kejadian 37: 31-35).

Maka betapa pentingnya kita menjaga sikap dan perilaku kita sendiri. Di
kemudian hari, pada masa Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berulang kali
menekankan pentingnya memulai perbuatan baik dari diri sendiri.
Misalnya, jangan menghakimi kalau tidak mau dihakimi dengan takaran yang
sama. Salah satu yang paling terkenal tentu ucapan-Nya dalam doa Bapa
Kami: "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga
mengampuni orang yang bersalah kepada kami."

Kerap kali kita frustasi ketika berada dalam situasi yang kurang baik.
Acap kali kita pusing berputar-putar mencari solusi atas permasalahan
yang menghadang. Tetapi barangkali kita lupa bahwa kunci terpentingnya
ada dalam diri kita sendiri. Seperti yang sering dikatakan oleh orang
bijak: jika kita ingin membuat dunia menjadi lebih baik, ubahlah diri
kita sendiri dulu.

Apabila segala sesuatu akhirnya kembali kepada kita

apakah yang akan kita gemakan?

Penulis: Olivia Elena

Tidak ada komentar: