Baca: Yohanes 12:12-19
Ayat Mas: Yohanes 12:18
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 10-12; Lukas 1:39-56
Olimpiade ke-29 dibuka di Beijing, Cina, 8 Agustus 2008, jam 8.08 waktu
setempat. Sekitar 90.000 penonton yang hadir di Stadion Bird Nest dan
empat miliar pasang mata di seluruh dunia yang menyaksikan lewat
televisi, dibuat terpukau dengan atraksi pembukaan berbiaya hingga US$40
miliar itu. Esok harinya headline surat kabar di seluruh dunia memuji
pesta akbar pembukaan yang disebut-sebut terhebat sepanjang sejarah
Olimpiade. Pujian tak pelak diberikan pada panitia penyelenggara. Satu
kata yang bisa menggambarkannya: spektakuler.
Kejadian spektakuler memang mengagumkan. Orang akan dibuat kagum ketika
sesuatu yang tidak terpikirkan akal, tidak pernah terbayangkan, tidak
pernah diduga, terjadi. Kejadian seperti ini biasanya akan menyebar
dengan cepat menjadi buah bibir. Itulah yang dialami oleh Tuhan Yesus
sesaat ketika Dia memasuki Yerusalem. Orang banyak itu telah menyaksikan
kejadian "spektakuler" yang Tuhan Yesus buat; orang buta melihat, orang
sakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, orang lumpuh berjalan.
Itu sebabnya Yesus bukannya senang, tetapi justru menangisinya (Lukas
19:41). Dia tidak ingin orang-orang mengikut Dia karena kejadian
spektakuler. Maka, Dia kerap berpesan kepada orang-orang yang melihat
mukjizat-Nya, supaya mereka tidak bercerita kepada siapa-siapa (Markus
7:36, Matius 9:30, Lukas 8:56). Dia ingin orang mengikut Dia dengan
tulus hati. Dia tahu, iman yang berpangkal pada kejadian spektakuler itu
sangat rapuh. Buktinya orang banyak di Yerusalem itu; hari ini mereka
mengelu-elukan Dia, beberapa hari kemudian mereka berteriak, "Salibkan
Dia! Salibkan Dia!"
DASARKAN IMAN BUKAN PADA KEJADIAN DI LUAR DIRI
TETAPI PADA KASIH DAN KETULUSAN DI DALAM HATI
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar