Renungan 13 Maret 2010

Melupakan yang di Belakang
Baca: Filipi 3:12-16
Ayat Mas: Filipi 3:13
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 20-22; Markus 13:21-37

Seorang pemain biola desa lolos ke final kompetisi nasional. Di malam
final, permainannya mengundang decak kagum hingga semua menduga dialah
yang bakal menang. Tiba-tiba, di bagian akhir permainannya, satu senar
biolanya putus. Penonton menahan napas. Ada yang spontan berdiri. Bahkan
pemimpin orkestra pengiring sempat berhenti. Namun, si pemain biola
tetap tenang dan terus bermain, walau suara biolanya tak seindah semula.
Ia tahu, tak ada gunanya memikirkan senar yang putus. Itu takkan
menyambungnya lagi. Hanya membuang waktu dan energi. Lebih baik ia
konsentrasi memainkan senar yang masih bisa dimainkan. Meski kalah
lomba, ia menang atas kekhawatiran dan pemborosan energi.

Pemborosan energi terbesar bisa berwujud kekhawatiran dan pikiran
negatif yang dihabiskan untuk memikirkan hal yang tak dapat diubah.
Paulus sadar hal ini. Jika ia menghabiskan energi untuk memikirkan
kesalahannya pada masa lalu, ia takkan dapat melayani dengan baik. Ia
terlibat dalam pembunuhan Stefanus. Ia penganiaya jemaat. Sampai tua ia
masih sadar akan dosa-dosanya (1 Timotius 1:16). Namun Paulus tahu, ia
tak mungkin mengubah masa lalu. Maka, ia melupakan masa lalu dan
mengarahkan diri ke masa depan.

Pernahkah Anda menyesalkan kesalahan pada masa lalu, menghabiskan energi
dengan pemikiran "seandainya ini" atau "itu"? Anda tak perlu terus
memikirkan "senar putus". Seribu "seandainya" bisa dibuat dalam
situasi-situasi demikian. Namun, pemborosan energi ini tak akan mengubah
apa pun. Masa lalu tidak mungkin diubah. Jadi, jangan boroskan energi,
lebih baik kita pakai kekuatan dan waktu yang masih ada untuk memainkan
senar yang masih utuh.

JANGAN HIDUP PADA MASA LALU

ARAHKAN HIDUP DAN WAKTU PADA APA YANG MASIH BISA DIUBAH

Penulis: Denni Boy Saragih

Tidak ada komentar: