Baca: Mazmur 127
Ayat Mas: Mazmur 127:3
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 1-3; Markus 16
Wingka ialah pecahan genting, sedangkan kencana berarti emas. Meskipun
sejatinya hanya pecahan genting, ia dianggap sebagai sebungkah kencana,
emas yang amat berharga. Begitulah cara pandang orang Jawa terhadap
sosok anak. Mereka menggunakan istilah kencana wingka untuk
menggambarkan kasih sayang orangtua kepada anak mereka.
Sejelek-jeleknya, sebodoh-bodohnya, atau senakal-nakalnya si anak,
orangtua akan tetap mengasihi dan menyayanginya, bahkan jika perlu
membela kelemahannya itu.
Pandangan ini mengandung kebaikan selama kita menerapkannya secara
wajar. Sayangnya, orang cenderung bersikap berlebihan. Di satu sisi,
sebagian orangtua menganggap anak sebagai kencana yang tidak boleh
dicolek sedikit pun: dimanjakan, dituruti semua permintaan dan
kemauannya, dibiarkan saja ketika melakukan pelanggaran atau tidak taat.
Di sisi lain, ada orangtua yang memperlakukan anak sebagai "wingka",
merendahkan dan menginjak-injaknya, seperti yang terungkap dalam
berbagai kasus kekerasan di dalam rumah tangga.
Alkitab menyetujui pandangan bahwa anak itu kencana. Ya, anak adalah
karunia Tuhan yang sangat berharga. Ia pun diciptakan menurut rupa dan
gambar Allah. Namun, anak kita juga mengandung wingka, tabiat dosa yang
mencemari semua manusia. Jadi, kita sepatutnya mengasihi dan menghargai
anak tanpa mengabaikan kecenderungan berdosa yang membuatnya suka
melawan. Untuk itu, kita tidak boleh melalaikan pendidikan dan
pendisiplinan anak, yang akan membentuknya menjadi "anak panah di tangan
pahlawan", memenuhi panggilan Tuhan bagi hidupnya.
KASIH BUKAN HANYA DIUNGKAPKAN MELALUI PELUKAN
NAMUN JUGA MELALUI TEGURAN DAN DIDIKAN
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar