Renungan 17 Maret 2010

Satu
Baca: Matius 25:14-30
Ayat Mas: Roma 5:15
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 30-31; Markus 15:1-25

Jumlah satu itu sedikit atau banyak? Tergantung satu apa? Satu rupiah
sedikit. Satu juta rupiah banyak. Satu menit sebentar. Satu hari
lumayan. Satu tahun waktu yang lama. Apalagi satu abad. Satu butir nasi
apalah artinya. Satu piring nasi barulah namanya makan. Satu bakul nasi
jatah 4 atau 5 orang. Sekali lagi, tergantung satu apa?

Pada masanya, satu talenta bukan jumlah yang sedikit. Bahkan
sesungguhnya, sangat besar. Talenta adalah satuan (berat) uang Yunani
yang tertinggi nilainya. Dengan satu talenta saja, orang sudah bisa
membeli 200 ekor lembu! Masing-masing hamba memang diberi jumlah talenta
yang berbeda. Tetapi yang paling sedikit pun tetap berjumlah besar.
Jadi, tidak ada alasan untuk memendamnya. Tidak ada alasan untuk
ber­kata "tidak cukup". Bagaimana kalau masih dipendam juga? Tidak ada
penyebab lain lagi, selain kenyataan bahwa ia adalah hamba yang malas!
(ayat 26). Ia mengira jumlah satu itu sedikit dan tak ada artinya
memiliki hanya satu talenta.

Kita pun sering begitu. Mengira satu itu kecil! Apalah artinya? Padahal
tidak. Satu senyuman memulai sebuah persahabatan. Satu nyanyian ikut
mencipta suasana romantis. Satu tepukan di pundak mampu memompa
semangat. Satu bintang dapat memandu pelaut. Satu hak-suara sanggup
mengubah wajah suatu bangsa. Satu langkah menjadi awal sebuah perjalanan
panjang. Satu kata mengawali sebuah doa. Satu orang diri Anda berharga
di mata-Nya. Satu orang beriman bisa menghantar 10, 100, bahkan 1.000
orang untuk mengenal Tuhan. Satu peran menjadikan sebuah pelayanan
lengkap. Jadi, mengapa tidak mulai dari yang satu itu?

SEMUA ANGKA LAIN BERAWAL DARI ANGKA SATU

SEMUA MIMPI BESAR DIMULAI OLEH SATU TINDAKAN KECIL

Penulis: Pipi Agus Dhali

Tidak ada komentar: