Baca: Keluaran 16:13-17
Ayat Mas: Keluaran 16:16
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 26-27; Markus 14:27-53
Penduduk kota Okinawa, Jepang, berjumlah sekitar satu juta jiwa. Dan
900.000 orang di antaranya berusia di atas 100 tahun. Tahun 2008 majalah
BBC News mendaulat masyarakat Okinawa sebagai salah satu komunitas
penduduk dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia. Apa
rahasianya? Konon, karena penduduk Okinawa sangat kuat menjaga dan
menjalankan tradisi hara hachi bu. Itu pepatah Jepang yang artinya:
makanlah hanya sampai 80% kenyang. Dengan kata lain, makan secukupnya,
jangan sampai kekenyangan.
Makan secara berlebihan tidak hanya tidak sehat secara jasmani, tetapi
juga secara rohani. Sebab itu menunjukkan ketidakmampuan mengendalikan
diri. Perintah Tuhan kepada umat Israel dalam peristiwa turunnya manna
adalah, "Ambillah secukupnya" (ayat 16). Sejajar dengan ucapan Yesus:
"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,
memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16:24). Secara sederhana
menyangkal diri artinya: menahan diri atau mengendalikan diri.
Manusia cenderung memilih hal yang "enak". Walau "secara akal", tahu itu
tidak sehat, tidak baik, tetapi karena "secara rasa" menyenangkan, enak,
nikmat, jadinya tetap dilakukan juga. Padahal tidak jarang "yang enak"
itu justru bisa menjerumuskan. Di sinilah pentingnya penyangkalan diri.
Salah satu batu uji paling sederhana berkenaan dengan sikap menyangkal
diri adalah: makan. Sebab biasanya kalau sudah enak makan, orang jadi
suka lupa diri; makan terus sampai perut tidak lagi muat menampung
makanan. Kita perlu belajar mengendalikan diri, mulai dengan
mengendalikan pola makan.
MAKAN UNTUK HIDUP
BUKAN HIDUP UNTUK MAKAN
Penulis: Ayub Yahya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar