Ayat Mas: Matius 5:13
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 11-13; Markus 12:1-27
Ketika garam dikumpulkan dari wilayah Laut Mati, ada garam yang asin dan
baik untuk bumbu dapur, ada pula garam yang tawar. Garam yang tawar ini
tidak dibuang, tetapi disimpan di Bait Allah di Yerusalem. Pada musim
dingin ketika hujan turun, ubin pelataran Bait Allah menjadi licin, dan
garam tawar itu ditaburkan untuk mengurangi kelicinan. Begitulah, garam
yang tawar itu diinjak-injak orang banyak.
Garam memiliki ciri-ciri yang menggambarkan bagaimana seharusnya
pengaruh umat beriman terhadap kehidupan dunia sekitarnya. Garam
biasanya digunakan sebagai penyedap rasa. Orang percaya seharusnya
menegakkan kesadaran moral suatu bangsa, sehingga dalam setiap aspek
kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, budaya maupun pendidikan,
dapat dirasakan adanya pengaruh dari cara-cara Allah. Jika digunakan
untuk menggarami buah anggur, garam membuat buah itu terasa manis. Orang
percaya seharusnya dapat pula "memaniskan" kepahitan hati orang-orang
yang merasa tertindas dan tersingkir.
Garam dapat digunakan untuk mematikan rumput-rumput liar yang tumbuh
pada retakan jalan setapak. Pelanggaran moral yang terjadi di bangsa ini
seharusnya dapat dilenyapkan oleh pengaruh jemaat Tuhan. Garam dapat
melembutkan es. Kita seharusnya dapat "mencairkan" kebekuan hati orang
yang mengeraskan diri dan menentang kebenaran Allah. Dan garam dapat
mengawetkan makanan atau membuatnya tidak segera membusuk. Umat
kristiani seharusnya juga mempunyai pengaruh yang melindungi bangsa ini
dari kemerosotan moral.
Apakah kita "asin" dan memberi dampak bagi masyarakat sekitar?
Gereja yang hidup adalah satu-satunya harapan
bagi dunia yang sekarat—Andrew Murray
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar