Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

MicroChip 666 (Anti Kristus)

MicroChip 666 (Anti Kristus)

Jangan dihapus sebelum dibaca !!!

Saat ini, Wahyu 13:15-18 sudah di genapi...

MicroChip 666 atau RFID 666 chip, sudah diproduksi dan siap diedarkan...namanya Mondex Motorola Chip !!!

MicroChip yang diproduksi oleh para golongan anti Kristus, dengan tujuan ingin semua orang menjadi pengikut setan !!!.

Karena microchip 666 adalah tanda akhir jaman...Hati² dengan orang² yang menawarkan chip² seperti itu yang penggunaannya harus di masukan ke tangan atau ke dahi.

Saat ini microchip 666 sudah banyak dipakai oleh para kalangan eksekutif muda di US, dan bahkan sudah ada pula clubbing di US, yang menggunakan microchip 666 sebagai tanda masuk kelas VIP.

Micro chip 666 tersebut digunakan dengan alasan sebagai tempat simpan data si pemilik dan sebagai data keamanan si pemilik nya. (Seperti hal nya KTP / SIM / Passport / Juga sebagai kartu ATM / Debet, dan bisa sebagai Kartu Kredit juga), semua nya jadi 1 didalam microchip 666 tersebut.

Coba saksikan video ini :
- http://bit.ly/oOroP4
- http://bit.ly/nnbDRa
- http://bit.ly/pLdLuj

Video pemasangan microchip 666:
http://bit.ly/qi6Vzu

Video penjelasan seorang pendeta:
http://bit.ly/pEgV8u

Perusahaan microchip 666:
www.verichipcorp.com

Direncanakan thn 2017, seluruh negara dan penduduk didunia ini sudah memakai micro chip 666 tersebut:
http://bit.ly/oFxN36

Mondex Motorola Chip :
http://bit.ly/nzmwhH

Please all, kalo ditawarin microchip seperti itu lebih baik di tolak mentah² !!!. Lebih baik melarat dari pada terima itu BAHKAN lebih baik mati dari pada terima itu.

Jangan dihapus sebelum dikirim ke sesama kita !!!

•☆·.·*†*•.GBU.•*†*·.·☆•
Sent from my BerbagiBerkat® www.pasarkayu.com
» Read more → MicroChip 666 (Anti Kristus)

Sharing Pelayanan: Cinta Menyegarkan Jiwa

Bagus banget neh guys..
Smoga jd berkat & menguatkan..


Sharing Pelayanan

Cinta Menyegarkan Jiwa

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

"Selamat sore Romo. Saya mau kasih tahu, papa barusan sudah kembali ke rumah Bapa. Terimakasih atas segala doa dan bantuan Romo. Mohon doa untuk kedamaian kekal bagi papa bersama Bapa di surga". Itu adalah BBM dari seorang anaknya pada hari Minggu, 19 Juni 2011, pukul 15.34, setengah jam sebelum ia menghebuskan nafas terakhirnya. Ia memberitahukan berita duka ini karena aku mendampinginya sebelum kepergiannya untuk selama-lamanya.
Aku tidak kenal dia sebelumnya. Ia datang dari Surabaya untuk mengunjungi puterinya yang sedang hamil tua. Walaupun sedang sakit-sakitan, ia memaksakan diri untuk berjumpa dengan puterinya tercinta. Kerinduannya terhadap puterinya mengalahkan rasa sakitnya. Lebih-lebih ia ingin melihat cucunya yang akan segera lahir ke dunia.

"Kehadiran seorang papa akan memberikan kesegaran semangat bagi puterinya yang sedang mempersiapkan persalinannya", tekatnya sebelum meninggalkan rumahnya. Cinta seorang papa sangat dirindukan puterinya yang sedang dilanda kekuatiran dan ketakutan. Keberadaan papa akan mengusir segala kegelisahan yang menyelimuti jiwa puterinya.

Tidak lama setelah tinggal di rumah puterinya, ia harus dirawat di rumah sakit yang terletak di pinggir jalan raya. Keadaannya setiap hari semakin mengkuatirkan. Ia sering pingsan. Setelah merayakan Misa bagi para karyawan di pusat perkantoran, aku bersama ketua lingkungan puterinya menjenguknya. Kedatanganku tak diduganya. Puterinya meneteskan air matanya bahwa ayahnya mendapatkan kunjungan dari seorang imam yang tidak dikenalnya dan tidak diperkirakan sebelumnya. Puji-pujian dalam rangka ibadat Sakramen Perminyakan Suci kepadanya terasa khidmat. Kehadiran Tuhan menaungi setiap hati yang sedang berdoa. Selesai berdoa bersama, bapak itu berkali-kali mengacungkan kedua jempolnya tanda kebahagiaan. Ia juga menunjuk kepada lilin di samping salib sebagai isyarat agar tidak dipadamkan. Pesannya baru dapat dipahami setelah kepulangannya ke rumah Bapa. Sejak itu, puterinya memberitahukan kepadaku setiap perkembangan tentang ayahnya.

Beberapa hari setelah menerima Sakramen Perminyakan Suci, ia harus dipindahkan di ruang ICU. Paru-paru sebelah kirinya sudah tidak melaksanakan fungsinya dan paru-paru sebelah kanannya tinggal empat puluh persen saja. Sebelum masuk ke ruang ICU, ia menyampaikan kepada istri, anak-anak, dan menantunya bahwa ia tidak lama lagi akan menghadap Sang Pencipta. Yang membuatku merinding bahwa ia memintaku datang sekali lagi untuk mendoakannya. Aku datang ke rumah sakit jam sepuluh malam. Puji-pujian kepada Allah dikumandangkankan dan ia sekali-kali membuka matanya seakan-akan ikut serta di dalamnya. Sehari kemudian, ia meninggal dunia dengan senyuman di bibirnya dan dengan tangan memegang erat-erat rosario di dadanya. Ia seakan-akan mengatakan bahwa ia telah mencapai kemenangan. Senyuman terakhirnya diabadikan dalam sebuah figura yang menghiasi peti jenasahnya. Misa

Requeim bukan merupakan pelampiasan kesedihan, tetapi ucapan syukur atas kehidupan kekal.

Mata Allah, telinga Allah, dan hati Allah tertanam di dalam kehidupan yang penuh cinta. Cinta senantiasa menyegarkan jiwa. Cinta merupakan energi yang membuat iman tetap bernyala. Cinta membuat iman tak akan lenyap walaupun tubuh lebur ke alam baka. Seperti lilin yang habis terbakar oleh api yang bernyala, kehidupan fana ini akan punah ditelan usia. Namun, iman yang dijiwai dengan cinta akan terus memancar di banyak hati yang mengalami kebaikan dan pengabdiannya

. Hiduplah di dalam cinta, maka iman akan terus menyalakan terangnya, surga pun menjadi milik kita ! Allah tidak akan pernah memadamkan iman kita walaupun nyalanya mulai pudar karena Dia memberi kesempatan kepada kita untuk semakin bertambah cinta :

"Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya, tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang" (Matius 12:20). Tuhan memberkati.

------


salam,

Liem Budhi
PIKA XX

» Read more → Sharing Pelayanan: Cinta Menyegarkan Jiwa

Mazmur 55:23

Mazmur 55:23 --- anda harus membaca ini
'Teman2 adalah cara TUHAN untuk menjaga kita'

Ini ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver:

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pk 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Blvd., dan tiba2 mobil saya mulai tersendat2 dan akhirnya mati – dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menilpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart,
dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh didekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik2 saja.
Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu2 lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut2an dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, Suburban tua yang dipenuhi dengan barang2 dan 3 anak dibelakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik2 saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata 'Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!, jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya kebalik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya,
'Apakah anda berdoa?' Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, 'IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.'

Saay mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa imterisi penuh, sementara bensin nya diisi, saya berjalan ke McDonald disebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki2nya meninggalkan nya 2 bulan yang lalu sehingga
ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari2. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu2nya. Ia memberitahu anak2nya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, 'Apakah, anda malaikat atau apa?'

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, 'Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang2 TUHAN memakai orang biasa.'

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi
bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju kemobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang kerumah tanpa masalah. Saya akan kebengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang2 Malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...

Mazmur 55:23 ' Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan Nya orang benar itu goyah.'

Permintaan saya adalah pilihlah 4 orang yang anda mau TUHAN berkati, terutama pada bulan2 terkahir di 2009, dan saya memilih anda.

Tolong sebarkan ke 4 orang untuk diberkati.
Ini
doanya:

'Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman2ku, keluargaku dan orang yang membaca email ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon kamu untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Dimana ada luka, sembuhkan dan berikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Dimana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Jesus. Amin.'

Saya tahu saya telah memilih lebih dari 4 nama – anda juga bisa.

Ketika Setan datang mengetuk pintu anda, katakan, 'Tuhan Jesus, tolong enyahkan dia dari saya.
» Read more → Mazmur 55:23

Iman yang kita dengarkan, kita wujud-nyatakan dalam hidup kita sehari-hari

Di mana ada pengkotbah atau pembicara ulung, menarik, dan disenangi, di situ selalu banyak orang berkerumun mendengarkan. Sampai-sampai, ada yang mencari jadwal siapa yang misa dan siapa yang khotbah. Jika yang “tugas” adalah romo yang bagus khotbahnya, gereja penuh sesak. Nah ini salah satu fenomena kehidupan menggereja di sekitar kita. Semoga saja tidak berkembang terus. Mengapa?

Kita datang ke Gereja bukan pertama-tama sebagai pendengar saja. Bila hal ini terjadi, maka gagalah liturgi kita. Apalagi pada akhir misa, imam mengatakan “ite missa est”, pulanglah dan wartakanlah apa yang kau dapatkan selama perayaan Ekaristi. Namun apa yang terjadi? Apakah kita pulang dengan membawa damai? Apakah damai itu kita bagikan kepada orang-orang yang ada di sekitar kita?kepada orang-orang yang kita jumpai hari itu? Bila kita datang hanya sebagai pendengar, bisa terjadi kisah dalam Injil hari ini terulang kembali.

Injil mengisahkan ada orang yang sakit lumpuh, diusung oleh beberapa orang, namun tidak diberi jalan sampai kepada Yesus. Saya heran, apakah mereka terlalu egois sehingga tetap berdesakan ingin mendengarkan Yesus, namun tidak mau “melaksanakan” apa yang didengarkan? Yesus mengajar “kasihilah”. Dan orang yang mengasihi tentu juga mendahulukan orang lain, melayani orang lain. Tetapi bagaimana pemandangan kisah injil hari ini?

Bagaimana dengan diri kita jika kita melihat keadaan seperti itu? Apakah kita cukup mengungkapkan iman gereja saja? Iman yang kita dengarkan dalam liturgi Ekaristi, kita wujud-nyatakan dalam hidup kita sehari-hari, dalam perilaku kita, dalam pekerjaan-pekerjaan kita. Dengan demikian, kita menuju dan membentuk iman yang kuat dalam diri kita.

Markus 2:1-12

» Read more → Iman yang kita dengarkan, kita wujud-nyatakan dalam hidup kita sehari-hari