Tampilkan postingan dengan label Renungan Maret 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Maret 2009. Tampilkan semua postingan

[ Renungan Harian ] 23 Maret 2009

Menanti atau Menyongsong?
Baca : Matius 24:37-51
Ayat Mas: Matius 24:46
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-hakim 16-18

Apa bedanya “menanti” dan “menyongsong”? Menanti itu pasif, sedangkan menyongsong itu aktif. Seorang istri yang menanti kedatangan suaminya dari luar negeri menunggu di rumah sambil santai menonton televisi. Sedangkan istri yang menyongsong kedatangan suaminya, melakukan berbagai persiapan; mulai dari membersihkan rumah, menyiapkan makanan favorit sang suami, hingga menjemputnya di bandara.

Pada hari kedatangan Yesus yang kedua kelak, banyak orang akan bersikap masa bodoh. Seperti pada zaman Nuh, mereka hidup dibius kesibukan dan kenikmatan duniawi (ayat 37-39). Ada juga yang bersikap “menanti”. Bagi mereka, penting sekali untuk mengetahui kapan tepatnya hari itu tiba. Ketika yang dinanti lama tak kunjung datang, lambat laun mereka menjadi bosan menanti lalu hidup apatis dan tak bertanggung jawab (ayat 49,50). Baik kelompok “masa bodoh” dan kelompok “menanti” akan menerima hukuman yang sama (ayat 51). Pengikut Kristus seharusnya “menyongsong” kedatangan-Nya, bukan hanya menanti. Sikap ini akan mendorong kita terus mem¬persiapkan diri. Merawat mereka yang Tuhan percayakan (ayat 45). Membuat kita menjadi sibuk dan produktif bagi Tuhan. Waktu yang ada tidak akan dipakai untuk bermalas-malasan.

Cepat atau lambat, hidup akan berakhir. Entah karena hari kiamat tiba atau ajal menjemput. Di ujung waktu, Anda harus mem¬pertanggungjawabkan semua yang telah Tuhan percayakan. Apa yang telah Anda lakukan terhadap keluarga, rekan, dan masyarakat? Bagaimana Anda telah memakai harta dan talenta pemberian Tuhan? Anda termasuk kelompok yang mana?

YANG PENTING BUKAN MEMASTIKAN KAPAN YESUS DATANG MELAINKAN MEMASTIKAN KITA SIAP KAPAN PUN DIA DATANG

Penulis: Juswantori Ichwan

» Read more → [ Renungan Harian ] 23 Maret 2009

[ Renungan Harian ] 25 Maret 2009

Menjaga Lidah
Baca : Yakobus 3:6-12
Ayat Mas: Efesus 4:29
Bacaan Alkitab Setahun: Rut 1-4

Seorang guru tengah menjelaskan ke¬pada para muridnya tentang kekuatan kata-kata terhadap reaksi seseorang. Seorang muridnya berdiri dan memprotes, “Saya tidak setuju, Guru. Mana mungkin kata-kata punya efek besar terhadap diri kita!” Sang Guru membentak, “Duduk! Dasar anak bodoh!” Muka murid itu merah padam, malu bercampur marah, “Saya tidak menyangka Guru bisa berkata sekasar itu.” Sang guru berkata dengan suara lem¬but, “Maafkan saya yang terbawa perasaan. Saya benar-benar menyesal.” Murid itu pun menjadi tenang. Kemudian sang guru berkata lagi, “Lihat, hanya diperlukan beberapa kata untuk membangkitkan amarahmu dan dibutuhkan beberapa kata juga untuk menenangkan dirimu. Itulah kekuatan kata-kata!”

Tidak sedikit masalah yang terjadi dalam hidup kita bersumber dari ketidakmampuan kita memilih kata-kata yang keluar dari mulut. Firman Tuhan hari ini mengingatkan, betapa berbahayanya jika kita tidak mampu menguasai lidah kita; tidak bijak memilih dan memilah perkataan yang terucap. Yakobus membandingkan lidah dengan api, yang walaupun kecil, dapat membakar hutan yang besar (ayat 5). Api bisa bermanfaat, tetapi juga bisa menghanguskan. Seperti itulah lidah.

Maka, betapa pentingnya kita mengendalikan lidah. Berkata-kata hanya kalau itu bermanfaat, membawa berkat—meneduhkan, menghibur, menguatkan, memotivasi. Sebaliknya, kalau kita tahu itu tidak ada faedahnya apa-apa, tidak jelas kebenarannya, bahkan mungkin menyakiti orang lain, mendemotivasi, membuat perpecahan dan memanaskan suasana, lebih baik kita tidak usah berbicara. Dalam situasi demikian, diam berarti emas.

MENGGAPAI KETENANGAN DAN KEMATANGAN HIDUP BISA DIMULAI DENGAN MENGENDALIKAN LIDAH

Penulis: Ayub Yahya
» Read more → [ Renungan Harian ] 25 Maret 2009