Renungan 15 januari 2011

Waktu Tunggu
Baca: Kejadian 8:1-18
Ayat Mas: Efesus 5:16
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 43-45

Menunggu itu menjemukan, tetapi terkadang tak terhindarkan. Kita harus
menunggu saat berada dalam antrean, di halte, stasiun kereta, maupun
bandara. Waktu tunggu kerap kali dipandang sebagai waktu luang yang
tidak berguna, sehingga orang berusaha "menghabiskan waktu" itu dengan
tidur, berjalan ke sana kemari, memainkan handphone, atau melamun.
Padahal jika waktu yang ada itu diisi, kita dapat melakukan banyak hal
yang tidak dapat kita lakukan di tengah rutinitas dan kesibukan hidup.

Ketika Nuh dan seluruh keluarga masuk ke dalam bahtera, mereka harus
menunggu selama ratusan hari sampai air bah di muka bumi surut. Setelah
memastikan bahwa bumi benar-benar kering dan ada perintah dari Tuhan,
baru mereka berani keluar. Berbulan-bulan hidup terkurung dalam bahtera
pasti terasa sangat menjemukan jika dipandang hanya sebagai waktu tunggu
yang harus dihabiskan. Sebaliknya, masa hidup dalam bahtera bisa juga
dipandang sebagai momen berharga yang tak terulang. Waktu itu bisa diisi
dengan banyak hal baru—mempererat hubungan dalam keluarga Nuh, belajar
mengenal aneka satwa lebih dekat serta merawatnya, juga merenung tentang
makna dan visi hidup: apa maksud Tuhan menyelamatkan Nuh sekeluarga?

Banyak hal kreatif dapat kita lakukan untuk mengisi waktu tunggu.
Membaca buku, merenungkan firman Tuhan, mendoakan sahabat, mengirim
e-mail, atau menelepon orang yang butuh dukungan semangat, dan
lain-lain. Alihkan setiap aktivitas menunggu yang kita jumpai agar
menjadi kesempatan untuk berkarya dan berbagi berkat

TUHAN MEMBERI WAKTU TUNGGU BUKAN UNTUK DIHABISKAN

MELAINKAN UNTUK DIISI DAN DIMANFAATKAN

Penulis: Juswantori Ichwan

Tidak ada komentar: