Baca: 2 Tawarikh 21:2-20
Ayat Mas: 2 Tawarikh 21:6
Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 30-31; 2 Korintus 11:1-15
Dalam film Amazing Grace yang bercerita tentang William Wilberforce dan
usahanya menghapuskan perbudakan, sempat digambarkan bagaimana
Wilberforce berputus asa. Namun, dalam kondisi demikian, istrinya terus
menyemangati hingga kemudian Wilberforce meneruskan perjuangannya sampai
berhasil. Istri Wilberforce telah menunjukkan baktinya kepada suami,
sebagai istri yang menjalankan perannya dengan benar.
Ini tidak kita jumpai dalam kisah Raja Yoram. Dalam sejarah Kerajaan
Yehuda, Yoram dikenal sebagai raja yang jahat. Tidak seperti raja-raja
Yehuda sebelum dirinya, ia tidak mengarahkan bangsanya untuk setia
kepada Tuhan, malah membuat mereka menjadi penyembah berhala. Ia juga
tega membunuh saudara-saudaranya sendiri. Tuhan pun marah. Dia menghukum
dengan membiarkan Yehuda dikalahkan oleh musuh-musuhnya selama masa
pemerintahan Yoram. Dan, Yoram pun mati mengenaskan. Alkitab mencatat
bahwa faktor utama dari kejahatan Yoram adalah sosok perempuan yang
mendampinginya sebagai istri, yaitu anak Ahab (bandingkan dengan 2
Raja-raja 8:18). Sementara Ahab adalah seorang raja yang jahat—yang
pernah memimpin Kerajaan Israel Utara. Maka, pengaruh sang istri begitu
kuat dalam membentuk perilaku dan mendukung tindakannya.
Ini mengingatkan kita tentang betapa besarnya peran serta pengaruh yang
diberikan suami atau istri pada pasangannya. Karena itu, masing-masing
mesti belajar untuk berusaha menjadi suami atau istri yang terus
mendukung pasangannya; lewat perkataan dan tindakan tiap saat.
KETIKA TUHAN MENGIZINKAN MANUSIA BERPASANGAN,
DIA MENANTI HIDUP KEDUANYA SEMAKIN MEMULIAKAN TUHAN
Penulis: Alison Subiantoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar