Renungan 14 Juli 2010

Afrika Selatan
Baca: Yosua 11:16-23
Ayat Mas: Yeremia 29:7
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 10-12; Kisah Para Rasul 19:1-20

Siapa yang menyangka Afrika Selatan dapat dipilih menjadi tuan rumah
kejuaraan sepak bola akbar seperti Piala Dunia. Dulu mereka adalah
negara yang dikeluarkan dari keanggotaan FIFA karena sistem apartheid
yang mereka anut. Sebuah sistem politik yang membedakan hak orang-orang
kulit putih dan hitam. Namun sejak 1990-an, negara ini dibebaskan dari
tirani pemisahan tersebut. Hingga akhirnya mereka bukan hanya diterima
kembali menjadi anggota FIFA, melainkan juga terpilih menjadi tuan rumah
Piala Dunia.

Kejutan serupa pernah terjadi pada bangsa Israel. Siapa yang menyangka
bahwa Israel menjadi sebuah bangsa yang kuat, padahal semula mereka
budak di Mesir. Selama berpuluh-puluh tahun mereka mengembara di padang
pasir, tak memiliki tanah air tempat mereka tinggal dan membangun
bangsanya. Namun demikian, dengan pertolongan dan kuasa Tuhan, mereka
berhasil melewati tantangan dan bahkan berhasil merebut negeri Kanaan
dengan mengalahkan raja-raja di negeri itu yang memiliki tentara dan
pahlawan-pahlawan perang yang hebat, seperti orang-orang yang disebut
dalam Alkitab sebagai orang Enak.

Ini membuktikan bahwa apa yang terjadi sekarang bisa berubah kapan saja.
Bangsa yang semula memiliki sejarah buruk, suatu saat dapat berkembang
baik. Karena itu, jika bangsa kita saat ini tengah dalam keadaan
carut-marut, jangan putus harapan. Harapan itulah yang membuat kita
tetap bertekun mendoakan negeri ini; mengasihi negeri ini; melakukan
yang terbaik bagi negeri ini. Tuhan pasti tidak akan pernah tinggal diam
melihat segala permasalahan negeri ini, terlebih lagi apabila ada
anak-anak-Nya yang setia berdoa.

DOA-DOA KITA AKAN JAUH LEBIH BERARTI BAGI NEGERI INI

DIBANDINGKAN KELUHAN BAHKAN KUTUKAN

Penulis: Riand Yovindra

Tidak ada komentar: