Renungan 17 Juni 2010

Michael Oher
Baca: Lukas 5:1-11
Ayat Mas: Lukas 5:8
Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 12,13; Kisah Para Rasul 4:23-37

Bagi kebanyakan orang, Michael Oher hanya seorang anak yang miskin dan
bodoh. Penilaian ini bisa dibenarkan. Ia memang berasal dari keluarga
miskin. Nilai-nilai sekolahnya pun sangat buruk. Namun, bagi pasangan
suami-istri Sean Tuohy dan Leigh Anne, Michael adalah anak yang memiliki
potensi besar, terutama dalam cabang olahraga rugbi. Hanya, Michael
membutuhkan kasih dan bimbingan yang lebih untuk memenuhi potensinya
tersebut. Maka, mereka mengangkatnya sebagai anak. Michael pun banyak
berubah. Dan, ia sungguh-sungguh menjadi bintang American football di
Amerika Serikat.

Simon, Yohanes, dan Yakobus mungkin juga hanya nelayan-nelayan biasa di
mata kebanyakan orang. Mereka bukan orang-orang kaya, pintar, dan
kudus—malah mengaku diri berdosa (ayat 8). Mereka bisa dianggap tidak
layak menjadi murid rabi-rabi terkenal pada zamannya. Namun, Yesus
melihat mereka dengan berbeda. Kesederhanaan dan kesediaan mereka untuk
taat, bahkan untuk melakukan hal aneh—seperti menebar jala sekali lagi
setelah semalaman tak mendapat apa-apa, menunjukkan potensi khusus
mereka. Yesus pun mengangkat mereka menjadi murid. Yesus tidak salah
pilih. Mereka menjadi rasul-rasul-Nya yang setia sampai mati.

Sebagai manusia, kita bisa juga melihat orang lain secara sepintas, dan
memiliki anggapan sendiri yang belum tentu benar. Sesungguhnya jika kita
bersedia melihat lebih saksama, kita akan melihat sisi yang lebih indah
dari orang tersebut. Sebab Tuhan pasti menaruh potensi khusus dalam diri
orang itu, yang membuat kita lebih menghargainya. Bahkan, jika mungkin
membantunya menggapai potensi maksimal.

KETIKA KITA MENGENAL SEORANG PRIBADI DENGAN SaKSAMA

KITA AKAN MENDAPATI TUHAN ADIL MEMBERI P

Tidak ada komentar: