Baca: 2 Timotius 2:1-7
Ayat Mas: 2 Timotius 2:2
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 13-14; Lukas 10:1-24
Christian A. Schwarz, peneliti pertumbuhan gereja alamiah, mendapat
pertanyaan yang mengubah pemikirannya tentang kehidupan yang berbuah.
Donald McGravan, yang dihormatinya sebagai bapak pertumbuhan gereja,
suatu ketika menanyainya, "Apakah buah sejati sebatang pohon apel?"
Dengan naif Schwarz menjawab, "Tentu saja buah apel." McGravan tampaknya
sudah menduga jawaban itu. "Salah," katanya, kemudian terdiam sejenak
penuh arti. "Buah sejati pohon apel bukan buah apel, melainkan pohon
apel lainnya." Berbuah, dengan demikian, sebenarnya bukan sekadar
menghasilkan buah, melainkan melipatgandakan kehidupan yang serupa.
Paulus pun mengemukakan prinsip pelipatgandaan tersebut dalam hal
pemuridan orang percaya. Ia mendorong Timotius agar tidak berpuas diri
hanya dengan mengajarkan kebenaran firman Tuhan kepada jemaat yang
dipimpinnya. Anggota jemaat harus diperlengkapi sedemikian rupa,
sehingga mereka bukan hanya memahami dengan baik dan menerapkan
kebenaran yang diajarkan, melainkan mampu pula mengajarkan lagi
kebenaran itu kepada orang lain. Estafet pengajaran ini merupakan salah
satu faktor yang menunjang pertumbuhan gereja.
Ketika kita menerima pengajaran firman Tuhan, ibaratnya kita sedang
mengalami pembuahan. Ketika kita memahami dan menerapkan firman itu,
berarti kita sedang menghasilkan buah. Ketika kita mengajari orang lain
sampai orang itu memahami, menerapkan, dan mampu mengajarkan lagi
kebenaran tersebut, barulah kita sungguh-sungguh berbuah. Jadi, sudah
sejauh mana kehidupan kita berbuah?
Berbuah tidak lain berarti
melipatgandakan kehidupan
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar