Baca: Nehemia 8:3-13
Ayat Mas: Nehemia 8:10 FAYH
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 14-15: Lukas 17:1-19
Di sebuah mal di Stockholm, seperti di mal-mal lain, orang lebih suka
naik eskalator daripada tangga biasa. Pemilik mal lalu menjajal ide
unik. Mereka memodifikasi sebuah tangga di mal itu menjadi seperti
deretan bilah piano. Apabila orang menginjak anak tangga demi anak
tangga, muncullah bunyi seperti jika bilah piano ditekan. Hasilnya?
Orang jadi lebih tertarik untuk naik melalui tangga piano itu dan
menikmati musiknya daripada menggunakan eskalator. Rupanya, kegembiraan
bisa mengubah hal yang melelahkan jadi menggairahkan untuk dilakukan.
Bangsa Israel menangis ketika menyimak pembacaan hukum Taurat, insaf
akan pelanggaran mereka. Namun, Nehemia malah mendorong mereka agar
mulai bersukacita. Apakah Nehemia bermaksud mengatakan bahwa mereka
tidak perlu bertobat? Tentu saja tidak. Hari itu—hari pertama bulan
baru—hari yang kudus, dan patut didedikasikan untuk bersukacita di
hadapan Tuhan. Mereka tidak perlu larut dalam kesedihan, dan justru
perlu menerima sukacita Tuhan yang akan menguatkan mereka. Matthew Henry
menulis, "Dukacita karena dosa seharusnya tidak menghambat kita untuk
bersukacita di dalam Allah, tetapi malah membawa dan mempersiapkan kita
untuk mengalaminya."
Orang kristiani cenderung terkesan serius dan "muram". Agak aneh
sebetulnya. Sebagai umat yang memiliki Penebus, kita mestinya menjadi
orang yang paling penuh sukacita, bukan? Kita mudah tertawa atau
tersenyum, dan berkarya secara antusias, penuh rasa syukur. Sukacita itu
akan menguatkan kita secara pribadi dan menular kepada sesama di
sekeliling kita.
Sukacita selaras dengan kekudusan
Orang yang kudus sungguh-sungguh bersukacita
Penulis: Arie Saptaji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar