Baca: 1 Korintus 4:14-21
Ayat Mas: 1 Korintus 4:20
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 17-18; Lukas 11:1-28
Apa yang kita pikirkan ketika membaca kisah tokoh-tokoh Alkitab seperti
Musa, Petrus, Elia, dan Gideon? Pastilah kita terkagum-kagum pada
mereka. Mereka adalah orang-orang yang melakukan hal-hal luar biasa
untuk Tuhan. Biasanya kisah mereka kerap diangkat oleh guru-guru Sekolah
Minggu untuk menggambarkan betapa hebatnya kuasa Tuhan lewat orang yang
dipakai oleh-Nya. Padahal jika kita membaca lagi di dalam Alkitab, kita
akan menemukan bahwa sesungguhnya mereka ini adalah orang-orang biasa;
seperti kita. Lalu apa yang membuat mereka tampak berbeda? Salah satunya
karena mereka mengandalkan kuasa Tuhan.
Paulus menegur jemaat di Korintus supaya mereka tahu bahwa pekerjaan
Tuhan tidak bergantung pada hebatnya sebuah pelayanan dilakukan, tetapi
pada kuasa yang menyertai pelayanan itu. Ini berkaitan dengan dikirimnya
Timotius, sang hamba Tuhan yang masih muda. Dibandingkan para
pendahulunya, seperti Kefas dan Apolos—bahkan dibanding beberapa jemaat
Korintus yang memiliki berbagai karunia, mungkin Timotius bukanlah
siapa-siapa. Itulah yang membuat mereka menjadi sombong serta meremehkan
Timotius. Dan, Paulus mengingatkan mereka supaya tetap menghormati
Timotius, karena pelayanannya pun berdasarkan kuasa Tuhan.
Ketika kita terjun ke dalam pelayanan, janganlah merasa rendah diri
karena kita tidak dapat melakukan hal yang hebat seperti orang-orang
yang memiliki kemampuan khusus. Lakukanlah pelayanan sesuai dengan
kemampuan unik kita. Penting juga untuk melatih diri—mengembangkan diri
di bidang masing-masing, dengan tetap bersandar pada Tuhan, agar kuasa
Tuhan bekerja melalui kita.
Melayani dengan mengandalkan kuasa Tuhan
akan memberi dampak luar biasa
Penulis: Riand Yovindra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar