Baca: Mazmur 18:17-20
Ayat Mas: Mazmur 18:19
Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 1-2; Markus 10:1-31
Apakah ada hari yang sial? Yakni suatu hari ketika segala sesuatu selalu
tampak kacau. Kata orang Jawa, ora kebeneran. Semua terasa tak
terkendali, semua terasa aneh, semua terasa tak bersahabat. Jika Anda
pernah mengalami suatu hari seperti itu, sering Anda menganggapnya
sebagai hari yang sial, bukan?
Pemazmur jelas-jelas menyebutkan bahwa ia memiliki hari yang sial:
"Mereka menghadangku pada hari sialku". Ini mengingatkan kita kepada
perhitungan horoskop, yang menyebutkan ada hari-hari tertentu yang naas,
alias sial, alias tak mendatangkan keberuntungan. Apakah pemazmur
memercayai adanya hari semacam ini? Mungkin saja. Dalam pemikiran
budaya-religius orang di zaman pemazmur, agaknya memang ada hari yang
dianggap naas. Namun, kalaupun ada anggapan demikian, yang lebih penting
adalah iman pemazmur yang mengatakan bahwa Tuhan lebih berkuasa daripada
perhitungan hari-hari naas semacam itu: "tetapi Tuhan menjadi sandaran
bagiku"(ayat 19). Jadi, ia tak mau terjebak dan terbelenggu pada ramalan
mengenai hari naas, hari sial. Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas
setiap hari dan di setiap hari. Itulah iman pemazmur. Imannya tidak
terhenti pada ketakutan yang ditebarkan oleh perhitungan hari-hari.
Imannya adalah pada Tuhan yang mengatasi semua hari.
Hari ini adalah hari yang dijadikan Tuhan untuk Anda. Buang jauh-jauh
sugesti horoskop, singkirkan segera ketakutan Anda … masukilah hari ini
dengan iman bahwa Tuhan adalah Allah atas hari ini, yang berkuasa atas
hari ini. Jadi angkatlah hati Anda dan bersukacitalah pada hari ini!
SETIAP HARI YANG TUHAN JADIKAN
ADALAH BAIK ADANYA
Penulis: Daniel K. Listijabudi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar