Renungan 4 Maret 2010

Laki-Laki dan Perempuan
Baca: Kejadian 1:26-28
Ayat Mas: Kejadian 1:27
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 31-33; Markus 9:1-29

Buku Let Me Be A Woman merupakan hadiah pernikahan dari Elisabeth Elliot
untuk putrinya, Valerie. Isinya kumpulan tulisan hasil pengalaman dan
nasihat Elisabeth Elliot mengenai kehidupan keluarga dan pernikahan.
Satu nasihat Elisabeth berkata demikian, "Kau akan menikah dengan
laki-laki, bukan dengan perempuan …. Suatu hari nanti kamu mungkin akan
bertanya (atau meneriakkannya), 'Saya tidak yakin suami saya mengerti
saya.' Kamu benar. Mungkin saja ia tidak mengerti. Sebab ia laki-laki,
sedang kamu perempuan." Sebuah nasihat sederhana. Dan, semua juga sudah
tahu, laki-laki dan perempuan berbeda. Sayangnya, "tahu" saja tidak
cukup. Tanpa sadar, laki-laki dan perempuan kerap saling menuntut.

Allah-lah yang berencana dan menciptakan manusia dalam dua jenis kelamin
yang berbeda. Laki-laki dan perempuan. Itu ide Allah dan kehendak-Nya.
Hanya, sejak dosa ada di dunia, maka rusaklah semua tatanan Allah
termasuk laki-laki dan perempuan. Perbedaan yang sebenarnya sangat baik
berubah menjadi kejengkelan dan kemarahan tiada akhir. Namun, jika kita
hidup di dalam Kristus—mendasarkan pernikahan kita pada hukum-hukum
Kristus, dosa tidak lagi berkuasa. Kristus memampukan kita untuk memilih
dan hidup sesuai dengan tatanan Allah.

Cara pertama untuk kembali ke tatanan Allah adalah dengan menerima bahwa
laki-laki dan perempuan memang berbeda. Dengan menerima pasangan kita.
Dengan tidak menuntutnya mengerti atau menanggapi kita seperti sahabat
sejenis kelamin kita. Dengan tidak membandingkannya. Dalam Kristus,
laki-laki dan perempuan tidak diciptakan untuk saling berperang, tetapi
untuk bekerja sama.

PRIA DAN WANITA BERBEDA AGAR BISA SALING MELENGKAPI

BUKAN UNTUK SALING MENGHANCURKAN

Penulis: Grace Suryani

Tidak ada komentar: