Renungan 23 Maret 2010

Kamera Pemantau
Baca: 1 Samuel 2:22-25
Ayat Mas: Amsal 15:3
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 13-15; Lukas 1:57-80

Kamera pemantau kini banyak dipasang di hotel dan mal. Makin lama
bentuknya makin kecil, hingga keberadaannya tidak disadari. Pernah
seorang pemudi memasang kamera pemantau di rumahnya untuk melihat
kondisi ayahnya yang terbaring tak berdaya karena stroke. Ia dirawat
oleh seorang suster yang tampak baik hati. Suatu hari, si pemudi kaget
sekali melihat gambar yang muncul di layar monitornya. Tampak sang
suster sedang memukuli ayahnya tanpa belas kasihan! Berdasarkan bukti
rekaman itu, ia melapor ke polisi dan sang suster pun ditangkap.

Ada sebuah kamera pemantau yang lebih canggih. Kamera itu bisa memantau
segala yang kita perbuat, kapan dan di mana pun. Alkitab menyebutnya
"mata Tuhan". Sayang, banyak orang tidak menyadarinya, termasuk Hofni
dan Pinehas. Kedua anak Imam Eli ini menjalani hidup tak bermoral di
rumah Tuhan. Perbuatan itu mereka lakukan saat Eli tidak melihat. Ketika
Eli mendengar laporan rakyat (ayat 23), mereka dipanggil. Namun,
keduanya tidak merasa takut. Mengapa? Karena Eli sudah sangat tua. Tidak
bisa lagi bertindak keras. Jadi, mereka merasa, tidak ada lagi yang
perlu ditakuti. Mereka lupa, mata Tuhan melihat perbuatan mereka dan
siap menghukum.

Perilaku kita tiap hari berada dalam pantauan Tuhan. Juga setiap rencana
dan kata-kata. Tuhan tahu apa yang orang lain tidak tahu. Sadarilah
selalu kehadiran-Nya, maka cara hidup Anda akan berbeda. Anda akan lebih
waspada saat bicara; lebih berhati-hati mengambil keputusan; lebih
bertanggung jawab dalam tiap perbuatan, sebab Anda hidup di hadapan Tuhan.

HIDUPLAH BENAR DI HADAPAN TUHAN

MAKA ANDA DIHORMATI DI HADAPAN MANUSIA

Penulis: Juswantori Ichwan

Tidak ada komentar: