Baca: Kisah Para Rasul 5:1-11
Ayat Mas: Amsal 3:32
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 4-6
Membiarkan berkembangnya sesuatu yang berpengaruh buruk adalah
kesalahan serius. Ibarat penyakit menular, jika dibiarkan ia akan
semakin banyak memakan korban. Ibarat sel kanker, jika sudah
berkembang hingga ke stadium lanjut, ia akan semakin sukar dilumpuhkan.
Ibarat kebiasaan buruk, jika dibiarkan sejak anak-anak akan menjadi
watak yang buruk. Daya rusaknya sudah terlampau kuat untuk dihambat.
Satu-satunya cara mengatasi hanya dengan mencegah atau
memberantasnya selagi masih dini. Gereja di zaman para rasul tentu
masih amat "muda". Tugasnya adalah menjadi saksi kebenaran injil
Yesus Kristus. Dalam pengadilan di masa itu, kebenaran sebuah kesaksian
harus dikukuhkan oleh dua orang saksi. Jadi, banyak murid diutus
berpasangan—seperti Petrus dan Yohanes atau Paulus dan Barnabas—untuk
meneguhkan kebenaran injil. Dusta adalah dosa yang bertolak belakang
dengan tugas menjadi saksi. Menjadi saksi harus berkata benar. Oleh
sebab itu, ketika ada dua orang murid bersepakat dalam sebuah dusta,
mereka dihukum dengan amat serius untuk menjadi peringatan bagi semua
orang. Sebab seorang saksi tak mungkin berkompromi dengan dusta.
Itulah sebabnya kita tertegun membaca tentang hukuman berat yang harus
dialami oleh pasangan Ananias dan Safira. Ada hal-hal dalam kehidupan
ini yang tidak bisa dikompromikan, sebab sejak dari akarnya sudah
bertolak belakang. Termasuk dusta melawan kebenaran. Jika kebiasaan
buruk berdusta dibiarkan, ia akan menjadi bencana di kemudian hari. Kita
harus bersikap tegas terhadapnya
TIADA CARA LAIN UNTUK MEMERANGI DUSTA SELAIN MEMANGKASNYA SEDINI DAN
SESERIUS MUNGKIN
Penulis: Pipi Agus Dhali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar