Baca: 1 Samuel 24
Ayat Mas: 1 Samuel 24:7
Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 41-42; Matius 12:1-23
Daud adalah orang yang sangat menghormati Tuhan. Ini terbukti saat ia membiarkan Saul—raja yang diurapi Tuhan—tetap hidup, meski ia berkesempatan membunuh Saul. Sesungguhnya itu adalah kesempatan emas untuk membunuh Saul, yakni ketika ia membuang hajat di sebuah gua, sedang Daud dan orang-orangnya berada di bagian belakang gua itu (ayat 4). Namun, Daud tidak melakukannya meski ia sudah bisa memotong punca jubah Saul dengan diam-diam.
Daud tahu Saul banyak berbuat jahat kepadanya. Ia tahu Saul berniat membunuhnya. Ia tahu Saul menjadikannya buronan yang hidup menderita. Namun Daud tidak mau membunuh Saul karena ia memandang Tuhan. Ini bukan satu-satunya kesempatan bagi Daud untuk membunuh Saul. Ia juga mendapat kesempatan lagi untuk membunuh ketika Saul berkemah di bukit Hakhila saat mengejar Daud. Namun, sekali lagi Daud menghargai Saul sebagai orang yang diurapi Tuhan (1 Samuel 26:9). Daud tidak mau membunuh Saul. Daud bahkan tidak bersukacita ke¬tika mendengar Saul mati. Sebaliknya, ia berdukacita.
Bagi Daud, Saul bukan pemimpin yang baik. Akan tetapi, Daud menghormati Allah, yang memiliki otoritas atas terpilihnya Saul. Dalam hidup kita sehari-hari, hal ini memang tak mudah diterima, apalagi jika kita memang berada di posisi yang benar, sementara pemimpin kita telah berlaku tidak benar dan tidak adil. Bagaimanapun, kita harus menghormati Allah yang berdaulat memilih orang-orang yang diurapi-Nya. Setidaknya kesadaran ini akan menghindarkan kita dari keinginan untuk bertindak dengan cara kita sendiri yang tidak sesuai dengan perkenan Allah.
MENGHORMATI ALLAH BERARTI MENGHARGAI JUGA ORANG YANG DIPILIH-NYA
Penulis: Petrus Kwik
www.renunganharian.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar