Renungan Harian 21 November 2009

Qin Shi Huang Di       
Baca: Mazmur 49:17-21
Ayat Mas: Lukas 12:20
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tesalonika 1-3; Kisah Para Rasul 18:12-19:10

Qin Shi Huang Di mungkin adalah kaisar paling terkenal dalam sepanjang sejarah kerajaan China. Ia adalah kaisar yang pertama kali menggabungkan seluruh daratan China di bawah satu panji kerajaan. Ia juga dikenal dalam legenda sebagai kaisar yang berusaha menemukan ramuan yang dapat memberinya kehidupan kekal. Akan tetapi, seperti yang kita semua tahu, akhirnya sa-ma seperti orang lain, ia pun meninggal dunia dan dikuburkan di daerah Xi’an, China.

Kematian adalah sesuatu yang pasti, yang tidak mungkin kita hindari. Segala hal yang ada pada kita—kekayaan, status, dan popularitas, pada akhirnya kelak akan kita tinggalkan. Seperti kata pemazmur, tidak peduli seberapa pun kayanya kita semasa di dunia, akhirnya seluruh harta itu akan kita tinggalkan begitu saja (ayat 11). Tidak peduli seberapa besar rumah yang kita tinggali selama hidup, pada akhirnya sebidang tanah tempat kita dikubur akan menjadi tempat tinggal raga kita untuk selamanya (ayat 12). Tidak peduli seberapa berkuasa dan mulianya kita, pada akhirnya seluruh kekuasaan dan kejayaan tersebut akan dilepaskan untuk selamanya (ayat 18).

Lalu, apakah ini berarti kita seharusnya sudah cukup menjalani hidup dengan serbamiskin dan tanpa ambisi? Tentu tidak! Melainkan, didorong atas kesadaran akan kesementaraan hidup ini, kita harus memakai harta dan status kita untuk hal-hal yang bersifat lebih kekal, yaitu untuk hal-hal yang berkenan kepada Allah. Entah untuk menolong orang lain yang membutuhkan; entah untuk memperbaiki hal-hal buruk yang terjadi di sekitar kita.

HIDUP DI DUNIA INI SEMENTARA, TETAPI BISA DIBUAT PENUH MAKNA JIKA DIISI DENGAN HAL-HAL YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

Penulis: Alison Subiantoro    

Tidak ada komentar: