[ Renungan harian ] 19 April 2009

Di Mana Saja, Kapan Saja       
Baca      : Kisah Para Rasul 16:19-32
Ayat Mas: 2 Timotius 4:2
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 25-27

Suatu ketika, saya membaca sebuah kalimat yang menyentuh hati saya. “Anda diampuni ketika Anda mengampuni.” Kalimat yang indah. Nah, coba tebak di mana saya membaca kalimat itu? Buku rohani? Tidak. Majalah kristiani? Bukan. Warta sebuah gereja? Bukan. Saya menemukan dan membaca kalimat itu di toilet sebuat rumah penginapan. Saya kagum pada si pemilik penginapan yang menggunakan setiap ruang, bahkan toilet, untuk mencantumkan kalimat-kalimat yang membangun.

Firman Tuhan hari ini memuat kisah Paulus dan Silas yang dipenjara. Paulus dan Silas tidak hanya dipenjara, sebelumnya mereka disiksa bahkan dipasung. Dalam kondisi terluka dan dipenjara, mereka punya alasan bahwa itu bukan waktu yang “baik” untuk bersaksi. Namun, Paulus dan Silas malah memakai waktu mereka untuk berdoa dan menyanyikan puji-pujian (ayat 25). Lalu terjadilah gempa bumi yang hebat yang mengakibatkan semua pintu dan belenggu terbuka. Namun, mukjizat terbesar malam itu bukanlah gempa bumi yang membuka pintu-pintu, melainkan pertobatan kepala penjara dan seisi rumahnya (ayat 31,32).

Acap kali kita punya ribuan alasan untuk tidak memberitakan Firman. Waktu yang tidak pas; lagi tidak mood; kondisi hati yang kurang baik. Marilah kita belajar dari Paulus dan Silas—selalu siap sedia memberitakan firman dalam kondisi apa pun. Hari ini lihatlah sekeliling Anda. Adakah orang yang memerlukan peneguhan dan penghiburan dari firman Tuhan? Adakah jiwa yang mendambakan keselamatan kekal? Mereka memerlukan Firman Tuhan, HARI INI. Bukan besok.

TIADA WAKTU YANG LEBIH INDAH SELAIN SAAT FIRMAN TUHAN DIBERITAKAN

Penulis: Grace Suryani

Tidak ada komentar: