Baca : Ulangan 8:2-10
Ayat Mas: Ulangan 8:3,5
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Samuel 4-7
Anak-anak gemar menyantap makanan cepat saji (fast food); seperti ayam goreng, burger, pizza, dan lain-lain. Walaupun komposisi gizinya tidak seimbang dan berkolestrol tinggi, anak-anak tergiur rasanya yang nikmat. Makanan sehat yang disajikan di rumah malah tidak disukai. Begitulah pola hidup anak-anak. Lebih suka yang nikmat daripada yang sehat!
Setelah umat Israel keluar dari Mesir, mereka tidak bisa lagi menikmati makanan lezat ala Mesir. Mereka mengembara di gurun gersang 40 tahun lamanya. Di situ tidak ada makanan. Lalu Tuhan memberi mereka manna; sejenis makanan asing. Bentuknya tidak menarik. Seperti penganan yang digoreng. Rasanya pun tidak nikmat. Bayangkan! Selama 40 tahun, menu makanan mereka selalu sama dari pagi, siang, sampai malam. Manna! Memang tidak nikmat, tetapi sehat. Buktinya makanan itu bisa membuat mereka bertahan hidup puluhan tahun. Tidak ada yang kekurangan gizi. Bahkan dilaporkan bahwa tak ada yang “kakinya menjadi bengkak” (ayat 4). Dari situ mereka belajar, Tuhan tidak selalu memberi yang mereka ingin¬kan, tetapi memberi yang mereka butuhkan. Ia memberi yang sehat, bukan sekadar yang nikmat.
Dunia ini juga memberi kita berbagai pilihan yang kerap dipandang orang “nikmat”. Misalnya jalan korupsi, jalan menipu, jalan du¬niawi, atau jalan pintas menjadi kaya dengan menghalalkan segala cara. Namun, Tuhan menyatakan dengan tegas bahwa kita tak boleh memilihnya. Dia menyuruh kita menempuh jalan yang se¬hat walau berat. Kita diberi manna, bukan fastfood. Bisakah kita menerimanya dengan sukacita? Atau kita masih seperti anak Tuhan yang “kanak-kanak”; suka memilih apa yang nikmat, bukan yang sehat?
Allah tidak memberi apa yang kita mau Dia memberi apa yang kita perlu
Penulis: Juswantori Ichwan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar