Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2011. Tampilkan semua postingan

RESPON OTOMATIS

RESPON OTOMATIS
(Roma 6 : 16 - 19)

Ada banyak orang Kristen yang telah lahir baru dan dipulihkan, dan telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi banyak di antara mereka yang masih mudah PUTUS ASA dan KECEWA dalam melihat bagaimana hidup mereka tidak mengalami PERUBAHAN sama sekali.....

Tidak sedikit dari mereka seringkali mengalami JATUH BANGUN dalam DOSA yang SAMA, bahkan cenderung dilakukannya secara BERULANG-ULANG.....

Orang yang berulang-ulang JATUH ke dalam DOSA yang SAMA, adalah orang-orang yang tidak MENGETAHUI dan MEMPRAKTEKKAN ayat2 tersebut di atas, khususnya ayat 18.....

Ada 2 hal yang harus kita PRAKTEKKAN supaya setiap kita TERLEPAS TOTAL dari KUASA DOSA:
1. Setiap kita telah DIMERDEKAKAN dari DOSA....
2. Setiap kita HARUS menjadi HAMBA KEBENARAN.....

Penyebabnya, karena TUBUH yang lemah itu sudah BERULANG-ULANG TAAT kepada TUANNYA yang LAMA, yakni ADAM sebagai kepalanya, bukan KRISTUS....

Oleh sebab itu, bentuklah hidup kita dengan RESPON OTOMATIS YANG BARU, yakni dengan melakukan BERULANG-ULANG MENYERAH dan TUNDUK kepada KEBENARAN, sampai menjadi HAMBA KEBENARAN, sampai melahirkan POLA PIKIR YANG BARU....

Selamat beraktivitas di hari Rabu, Tuhan Yesus memberkati....


Salam, ¹²³ Yess...!!!
Sent from my BerbagiBerkat® |www.ina.co.id
» Read more → RESPON OTOMATIS

Renungan 25 Juni 2011 -- HARMONIS

Tanggal: Sabtu, 25 Juni 2011
Bacaan : Rut 1:1-22
Setahun: Mazmur 52-55
Nats: Janganlah desak aku meninggalkan engkau ... bangsamulah bangsaku
dan Allahmulah Allahku (Rut 1:16)

Judul:

HARMONIS

Ketika sebuah pernikahan terjadi, maka terhubunglah banyak pribadi
yang tadinya bukan kerabat, kini menjadi dekat. Sayangnya, hubungan
baru ini tak selalu lancar. Ada kalanya muncul ketidaksesuaian. Bisa
antara anak menantu dengan mertua, antara adik dan kakak ipar,
antara paman dan keponakan yang baru, dan sebagainya.



Menilik besarnya kemungkinan terjadinya hubungan yang kurang
harmonis di antara anggota-anggota keluarga baru ini, kita perlu
belajar dari Naomi. Lihatlah bahwa sebagai mertua, ia merasa
bahagia. Betapa tidak? Dua menantunya penuh perhatian, hormat, dan
sangat mencintainya. Ketika menghadapi masa tua yang sulit,
ditinggal mati suami juga dua anaknya, dan harus menumpang di negeri
orang, mereka tak mengizinkan Naomi berjuang sendiri. Ketika Naomi
mendorong dua menantunya yang masih muda untuk membangun keluarga
baru, mereka berdua pun menangis (ayat 9, 10).



Apakah rahasia keharmonisan hubungan mereka? Bukan tanpa usaha Naomi
mendapat menantu-menantu yang baik. Pertama, hidup dan iman Naomi
menjadi teladan bagi kedua menantunya. Kedua, Naomi rela berkorban
dengan meminta dua menantunya pulang, demi kebaikan mereka.
Sebaliknya, kita juga mendapati Rut dan Orpa sangat menghargai dan
memikirkan kepentingan mertua mereka, sebagaimana mereka mengasihi
suami mereka (ayat 8).



Pertahankan sikap hormat, saling menghargai, dan saling mengasihi,
sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan. Baik dengan mertua, menantu,
kakak atau adik, paman atau bibi, dan sebagainya bagaimana pun
kondisi mereka --SST

KELUARGA BARU YANG TUHAN BERIKAN BAGI KITA
ADALAH PRIBADI TEMPAT KITA BERSAKSI DAN MENJADI BERKAT

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-06-25
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2011/06/25/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Rut+1:1-22

Rut 1:1-22

1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel.
Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan
kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana
sebagai orang asing.
2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama
kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata
dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah
mereka di sana.
3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu
tertinggal dengan kedua anaknya.
4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa,
yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira
sepuluh tahun lamanya.
5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga
perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang
dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN
telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada
mereka.
7 Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama
dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk
pulang ke tanah Yehuda,
8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: "Pergilah,
pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya
menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan
kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku;
9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan,
masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka,
tetapi mereka menangis dengan suara keras
10 dan berkata kepadanya: "Tidak, kami ikut dengan engkau pulang
kepada bangsamu."
11 Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu
turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki
yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?
12 Pulanglah, anak-anakku, pergilah, sebab sudah terlalu tua aku
untuk bersuami. Seandainya pikirku: Ada harapan bagiku, dan
sekalipun malam ini aku bersuami, bahkan sekalipun aku masih
melahirkan anak laki-laki,
13 masakan kamu menanti sampai mereka dewasa? Masakan karena itu
kamu harus menahan diri dan tidak bersuami? Janganlah kiranya
demikian, anak-anakku, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami
dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?"
14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium
mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.
15 Berkatalah Naomi: "Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan
kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu."
16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan
pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau
pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam,
di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan
Allahmulah Allahku;
17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku
dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih
lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari
engkau, selain dari pada maut!"
18 Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama
dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya.
19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika
mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena
mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"
20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi;
sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan
banyak yang pahit kepadaku.
21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang
kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku
Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang
Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."
22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab
itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan
sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+52-55
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+52-55


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
» Read more → Renungan 25 Juni 2011 -- HARMONIS

Renungan 24 juni 2011 -- DUA RESPONS

Tanggal: Jumat, 24 Juni 2011
Bacaan : Matius 21:28-32
Setahun: Mazmur 48-51
Nats: "Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak
ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir" (Matius 21:31)

Judul:

DUA RESPONS

Yesus bercerita tentang seorang bapa yang mempunyai dua anak.
Ketika sang bapa menyuruh dua anaknya bekerja di kebun anggur, ada
dua respons yang berbeda. Anak yang pertama mengiyakan, tetapi
setelah berlalu dari hadapan sang bapa, ia tak jadi melakukannya
(ayat 29). Yang kedua menolak, tetapi setelah pergi, ia pun menyesal
dan kemudian melakukan perintah bapanya itu (ayat 30). Di akhir
perumpamaan, Yesus membawa para imam kepala dan tua-tua Yahudi untuk
menyimpulkan bahwa yang lebih berharga adalah anak yang taat
melakukan perintah bapanya. Secara mengejutkan, Yesus berkata, "...
sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal
akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah" (ayat 31).



Apakah maksud Tuhan? Pertama, Tuhan tidak terpesona pada janji di
mulut. Dia lebih menanti bukti ketaatan. Tuhan tidak mau kita
berjanji manis ketika menaikkan banyak pujian dan doa dalam ibadah,
tetapi setelah itu kita lupa melakukan apa yang kita janjikan.



Kedua, Tuhan tidak mau kita menghakimi orang lain yang kita anggap
"sedang lemah secara rohani" orang-orang yang sedang menjalani hidup
yang tak berkenan kepada Tuhan. Lalu berpikir bahwa mereka pasti
akan "tertinggal" di belakang. Jangan salah. Tuhan dapat memakai
segala cara untuk menjangkau mereka. Dan, jika mereka bertobat dan
mau taat, mereka bahkan bisa "mendahului" kita. Maka, daripada kita
menghakimi dan kemudian justru tertinggal, mari menjadi pribadi yang
dipakai Tuhan untuk menjangkau saudara-saudara yang belum bertobat.
Ingatlah, Tuhan lebih mencari hati yang taat --AW

TUHAN TIDAK MENCARI MULUT YANG BERJANJI
DIA MENCARI HATI YANG MAU TAAT MENGABDI

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-06-24
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2011/06/24/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+21:28-32

Matius 21:28-32

28 "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua
anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata:
Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian
juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia
menyesal lalu pergi juga.
31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak
ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada
mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut
cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk
ke dalam Kerajaan Allah.
32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu,
dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai
dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun
kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu
tidak juga percaya kepadanya."

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+48-51
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+48-51


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
» Read more → Renungan 24 juni 2011 -- DUA RESPONS

Renungan 21 Juni 2011 -- KEKAYAAN

Tanggal: Selasa, 21 Juni 2011
Bacaan : Yesaya 2:6-11
Setahun: Mazmur 36-39
Nats: Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh
akan ditundukkan (Yesaya 2:11)

Judul:

KEKAYAAN

Fortune adalah majalah bisnis di Amerika yang didirikan oleh Henry
Luce pada 1930. Majalah ini dikenal oleh masyarakat dunia karena
kerap menuliskan daftar orang terkaya di dunia. Dan, daftar tersebut
selalu menimbulkan daya tarik tersendiri buat orang banyak. Mungkin
karena kekayaan adalah hal yang selalu dicari oleh manusia.



Alkitab sendiri tidak mencatat bahwa kekayaan atau menjadi kaya itu
salah. Justru Alkitab mencatat kekayaan sebagai salah satu berkat
dari Tuhan (Amsal 10:22). Akan tetapi, apabila kita tidak
berhati-hati, kekayaan dapat mengarahkan hati kita kepada
kesombongan dan makin menjauh dari Tuhan seperti yang dilakukan oleh
bangsa Israel pada zaman Yesaya. Pada saat itu bangsa Israel sedang
berada dalam kondisi makmur (ayat 7). Namun, kondisi tersebut tidak
membuat mereka bersyukur kepada Tuhan. Mereka malah menjauh dari
Tuhan, menyembah berhala, dan menjadi sombong. Allah pun menegur dan
menghukum mereka.



Berhati-hati dan waspadalah dengan kekayaan. Prinsip yang mengatakan
bahwa "segala sesuatu bisa dilakukan asal ada uang" memang banyak
berlaku di mana-mana. Prinsip itulah yang biasanya membuat diri kita
merasa mampu melakukan segala sesuatu tanpa pertolongan Tuhan, dan
akhirnya membuat kita menjauh dari-Nya dan menjadi sombong takabur.
Menjadi kaya bukanlah hal yang keliru. Akan tetapi, kita harus
memandang kekayaan sebagai berkat atau pemberian dari Tuhan. Karena
hanya dengan cara itulah kita dapat bersyukur kepada Tuhan dan
menjaga hati kita untuk tidak sombong --RY

MENJADI KAYA ITU BUKAN DOSA
TETAPI MENCARI DAN MEMAKAI KEKAYAAN DENGAN CARA SALAH, ITU DOSA

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-06-21
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2011/06/21/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Yesaya+2:6-11

Yesaya 2:6-11

6 Sungguh, telah Kaubuang umat-Mu, yakni kaum keturunan Yakub,
sebab di mana-mana mereka melakukan tenung seperti yang di Timur
dan sihir seperti orang Filistin, dan orang-orang asing di
antara mereka terlalu banyak.
7 Negerinya penuh emas dan perak dan tak terbatas harta bendanya;
negerinya penuh kuda dan tak terbatas jumlah keretanya.
8 Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada
buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh
tangannya.
9 Maka manusia ditundukkan dan orang direndahkan--janganlah ampuni
mereka!
10 Masuklah di sela gunung batu dan bersembunyilah di dalam liang
tanah terhadap kedahsyatan TUHAN dan terhadap semarak
kemegahan-Nya!
11 Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh
akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada
hari itu.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+36-39
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Mazmur+36-39


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria
» Read more → Renungan 21 Juni 2011 -- KEKAYAAN