(e-RH) Desember 10 -- TIDAK MEMPERMALUKAN

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Sabtu, 10 Desember 2011
Bacaan : Matius 1:18-25
Setahun: 1 Tesalonika 4-5
Nats: Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau
mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud
menceraikannya dengan diam-diam (Matius 1:19)

Judul:

TIDAK MEMPERMALUKAN

Pernikahan Anda dengan tunangan Anda sudah dekat. Anda berdua
saling mencintai dan menjaga diri sampai pernikahan terjalin secara
sah. Namun, tiba-tiba tunangan Anda mengaku hamil ... dan bukan
karena Anda. Itulah tamparan yang dialami Yusuf. Berdasar apa yang
diketahuinya, ia berhak mempersoalkan ketidaksetiaan itu sampai
masyarakat mengetahuinya. Namun, ia memilih tidak mempermalukan
Maria. Ia mengambil jalan sulit: hendak menceraikannya diam-diam
agar gadis itu tak menanggung aib. Sikap itu juga memperlihatkan
bahwa ia rela dianggap turut bersalah dalam perkara itu.

Kita tak tahu persis apa yang bergejolak di hati Yusuf. Kita maklum
jika darahnya mendidih mendengar pengakuan Maria. Namun, setelah
amarahnya surut, mungkin ia tercenung, sadar bahwa tak seorang pun
bebas dari kesalahan. Mungkin ia terkenang riwayat leluhurnya yang
tak luput dari berbagai peristiwa memalukan (Matius 1:1-17). Atau,
mungkin terlintas dalam hatinya, perkataan yang kelak diucapkan Anak
dalam kandungan itu: "Siapa saja di antara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu"
(Yohanes 8:7).

Matius mencatat Yusuf sebagai orang yang tulus hati. Dalam
terjemahan lain: orang mursyid; orang benar; orang saleh. Ia benar,
justru karena tidak membenarkan diri dan mempertahankan haknya. Ia
benar, dan karenanya menunjukkan belas kasihan. Alih-alih
mempermalukan, ia mengejar pemulihan. Dalam kasus Maria,
"pelanggaran" yang terjadi bukanlah kesalahannya. Namun, andaikata
kita diperhadapkan pada orang lain yang melakukan pelanggaran,
siapakah di antara kita yang bersedia mengikuti jejak Yusuf? --ARS

ORANG BENAR BAHKAN BERSEDIA "MENYERAP" KESALAHAN
UNTUK MEMULIHKAN SI PELAKU PELANGGARAN

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-12-10
e-RH
arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/12/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2011/12/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Matius+1:18-25

Matius 1:18-25

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu
Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung
dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau
mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud
menceraikannya dengan diam-diam.
20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan
nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab
anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia
Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa
mereka."
22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh
nabi:
23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan
seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"
--yang berarti: Allah menyertai kita.
24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang
diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria
sebagai isterinya,
25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya
laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?1+Tesalonika+4-5
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/1+Tesalonika+4-5


e-RH(c) +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
Diterbitkan dan Hak Cipta (c) oleh Yayasan Gloria

Tidak ada komentar: